Abdul Wahid : Teguhkan Hati Menunggu Antrian Haji

KBRN, Pekanbaru : Pemberangkatan haji tahun lalu yang tertunda, lalu tahun ini juga kembali tertunda. Namun Jemaah Calon Haji (JCH) harus tetap meneguhkan hati menunggu antrian haji karena menunaikan ibadah haji merupakan menunaikan panggilan haji dari Allah SWT.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Abdul Wahid terkait dengan data lama antrian tunggu haji per provinsi dalam tahun menyampaikan agar JCH dari Riau, khususnya asal Kota Pekanbaru untuk tetap bersyukur walaupun sudah dua tahun keberangkatan haji ditiadakan karena pandemi.

"Terkait dengan data lama antrian tunggu haji per Provinsi dalam tahun. Sesuai data terbaru dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Per Juni 2021, paling cepat itu JCH Maluku yaitu 15 thun, kemudian terlama di Kalsel selama 36 tahun, sedangkan Riau antriannya selama 24 tahun. Jadi patut bersyukur karena masuh banyak daerah yang lebih lama," katanya, Kamis (17/6/2021).

Dikatakan, walaupun JCH merasa cukup lama menunggu, tetapi melaksanakan ibadah haji merupakan panggilan dari Allah SWT.

"Kemampuan itu harus mampu melakukan perjalanan terutama secara fisik, sedangkan keberangkatannya tidak bisa sendiri-sendiri, tetapi dikoordinir oleh pemerintah, maka tidak perlu ragu dan tidak perlu berkecil hati, kalauupun dua tahun ini tidak bisa menunaikan ibadah haji," ungkapnya.

Abdul Wahid menguraikan sesuai dengan kemampuan maka bagi yang sudah mampu maka sebaiknya mendaftar saja seperti biasanya, sedangkan mengenai keberangkatan itu menjadi kewenangan pemerintah.

"Mengenai keberangkatan itu sendiri itu bukan lagi kemampuan kita sendiri, karena diatur dan diberangkatkan oleh pemerintah. Jadi selaku umat Islam dan orang beriman, jangan lihat umur, kalau sudah mampu daftar saja," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Abdul Wajid juga menekankan bahwa pembatalan keberangkatan haji bagi JCH asal Indonesia dalam dua tahun terakhir karena pandemi Covid 19, harus menjadi iktibar bagi JCH terutama bagi orangtua.

"Terutama sekali bagi orangtua yang memiliki kemampuan secara materi, sudah saatnya orangtua menghhibahkan porsi haji kepada anak-anaknya sehubungan dengan antrian yang semakin lama," pesannya.

Abdul Wahid juga tidak lupa menghimbau kepada JCH agar tetap bersabar dan berdoa, karena penundaan keberangkatan dalam dua tahun ini merupakan cobaan yang diberikan oleh Allah SWT.

"Ini cobaan bagi jemaah yang sudah masuk dalam daftar antrian tahun 2020 dan 2021, karena Allah SWT tidak akan memberikan cobaan jika tidak bisa menghadapinya. Makanya JCH tahun 2020 dan tahun 2021 merupakan orang-orang terpilih yang tengah diberikan cobaan. Kita sama-sama berdoa agar tahun depan kembali dapat menunaikan haji seperti biasa, dan pandemi sudah berakhir," harapnya.

Jajaran Kemenag Kota Pekanbaru juga tidak bosan dan terus berusaha menguatkan hati JCH untuk bisa berangkat haji.

“Jadi untuk jemaah Kota Pekanbaru, jangan pernah padam niat dari awal karena pandemi dan pembatalan. Tetaplah bersemangat dan gali terus pikiran positif kepada Allah. Ketentuan-NYA lebih baik dari apa yang kita takutkan dan pikirkan. Allah lah yang maha mengatur segalanya, semua tidak ada yang tahu,” kata Abdul Wahid.

“Calon jamaah haji harus sabar dan tawakal, karena semuanya memang rahasia Allah SWT. Jadi harus tetap meneguhkan niat haji,” tambahnya. (TS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00