Status Siaga Darurat Bencana Karhutla Riau Tahun 2020 Resmi Dicabut

Kepala BPBD Riau Edwar Sanger

KBRN, Pekanbaru : Status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Provinsi Riau tahun 2020 akan berakhir 30 Oktober nanti.

Namun mengingat libur panjang dan kondisi cuaca yang sudah masuk pada musim hujan, maka status siaga darurat bencana karhutla secara resmi dicabut dan dihentikan hari ini.

"Status siaga darurat bencana karhutla memang berakhir pada 30 Oktober nanti, tapi mengingat adanya libur panjang dan sekarang sudah mulai masuk musim hujan, maka hari ini Pak Wakil Gubernur Riau mencabut dan menghentikan status siaga darurat tersebut, "kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edwar Sanger, usai rapat koordinasi penghentian status siaga darurat bencana karhutla Provinsi Riau tahun 2020 di Kantor Gubernur Riau, Selasa (27/10/20).

Dijelaskan tahun ini, Provinsi Riau berhasil dalam penanganan dan penanggulangan karhutla, sehingga bencana kabut asap tidak terjadi di tahun ini.

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu baik itu personil TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD Kabupaten / Kota se-Riau dan pihak-pihak lainnya yang ikut membantu dalam penanggulangan serta penanganan karhutla, sehingga Riau pada tahun ini bebas dari bencana kabut asap, "ujarnya.

Sementara mengenai helikopter dan peralatan yang dipinjamkan Badan Penanggulangan Nasional Bencana (BNPB), setelah 30 Oktober maka seluruhnya akan ditarik dan dikembalikan ke negaranya masing-masing.

"Kalau untuk helikopter dan peralatan lainnya, tanggal 1 November atau setelah berakhirnya status siaga darurat pada 30 Oktober, maka BNPB akan menariknya dan mengembalikan ke negara masing-masing tempat dimana helikopter berada, "jelasnya.

Ditambahkan, meski status siaga darurat bencana karhutla sudah dicabut, tetapi pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api dan titik panas.

"Kita tetap lakukan pengawasan meski status siaga darurat sudah dicabut, karena kemungkinan munculnya titik api dan titik panas masih ada, "tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00