New Normal, Protokol Kesehatan Tetap Dijalankan

Gubri

KBRN, Pekanbaru : Di Provinsi Riau ada 9 daerah yang akan memberlakukan new normal ditengah pendemi covid-19.

Sembilan daerah di Riau yang akan menjalankan new normal yakni 6 daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yaitu Kota Pekanbaru, Dumai, Kabupaten Kampar, Siak, Pelalawan, dan Kabupaten Bengkalis. Dan tiga daerah lainnya yang nihil pasien positif covid-19 adalah Kabupaten Rokan Hilir, Kuantan Singingi dan Kabupaten Rokan Hulu.

Pemerintah Provinsi Riau telah menerima arahan dari Pemerintah pusat melalui Presiden Joko Widodo untuk menjalankan penetapan program new normal, atau tatanan normal baru di masa pandemi Covid-19 yang masih melanda daerah-daerah di Indonesia, termasuk Riau. Penerapan new normal ini juga berlaku bagi daerah yang telah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Di daerah kita akan ada 9 daerah yang menjalankan new normal, 6 merupakan kabupaten / kota yang sedang menerapkan PSBB dan tiga kabupaten lagi yang nihil pasien positif covid-19, "jelas Gubernur Riau Syamsuar, Rabu (27/5/20).

Dikatakan, tujuan dari new normal ditengah pendemi covid-19 adalah untuk mewujudkan masyarakat produktif dan aman dari covid-19, dengan kondisi baru, tetapi tetap dengan melaksanakan protokol kesehatan.

“New normal tentunya dalam rangka untuk mewujudkan masyarakart produktif,  aman dari Covid-19, dengan situasi kondisi baru. Tapi tidak boleh melonggarkan protokol kesehatan, tetap dilaksanakan bukan berarti melonggarkan aturan dan tidak dilaksanakan lagi. Tetap memakai masker, mencuci tangan dengan pola hidup bersih dan sehat, "katanya.

Diungkapkan dalam pelaksanaan new normal ini perlu disosialisasikan, sampai menunggu penerapannya oleh pemerintah pusat. Dimana dari informasinya akan diterapkan mulai tanggal 1 Juni 2020, namun pemerintah pusat belum mengeluarkan secara resmi penerapannya di daerah yang menjalankan new normal, termasuk Riau. 

Dimana Riau termasuk dalam hitungan RO dan Rt, atau ukuran mengenai infeksi virus. Semakin tinggi RO dan Rt, kian parah penularan suatu virus. Cara menurunkan R0 dan Rt adalah lewat sosialisasi besar-besaran soal protokol normal baru (new normal).

“Informasinya mulai tanggal 1 Juni TNI-Polri akan melakukan pengawasan, mengawasi, melihat, dan memberikan edukasi sejauh mana tingkat kedisiplinan. Penetapan new normal di Riau ada indikasinya, dimana ada penurunan kasus positif. Selain itu indikasinya ret yang di bawah angka satu, indikator sejauh mana epidemologi suatu daerah, "ungkapnya.

“Rt-nya Riau itu di angka 0,88, dan termasuk baik. Dan masyarakat dalam pelaksanaan new normal termasuk tiga daerah bisa mempertahankan 0,tidak ada yang positif, dan sampai saat ini tidak ada positif,” tambahnya.

Lebih jauh dikatakan Gubri, agar dalam pelaksanaan new normal ini berjalan dengan baik, dan di Riau tidak ada penambahan kasus baru atau dari klaster baru kasus positif Covid-19 pasca-Idul Fitri 1441 Hijiriah, kabupaten-kota diminta agar lebih tegas dalam mengawasi setiap orang yang masuk ke Riau. 

“Ini merupakan suatu keberhasilan masyarakat Riau dan bisa dipertahankan. Dan yang diharapkan bagaimana menjaga arus masuk ke Provinsi Riau, kalau bisa tahan tentunya akan kita harapkan angka ini turun terus ada perkembangan,” jelasnya.

“Dan sudah ada petunjuk dari ketua Gugus Tugas pusat, semua yang masuk ke daerah harus menunjukkan hasil swab PCR, dan ini sesuai arahan pusat untuk menjaga agar tidak masuk kasus Covid-19 ke Riau,” tegas Gubri. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00