Selesaikan S2 di Pennsylvania State University, Geubrina Tari Puntia Bikin Bangga Riau

KBRN, Pekanbaru : Tak banyak anak-anak Riau yang berhasil menembus kampus di Amerika. Apalagi dengan beasiswa penuh dari kampusnya. Keberuntungan datang kepada Geubrina Tari Puntia, ia berhasil mewujudkan mimpinya menyelesaikan studi S2 di Negeri Paman Sam. 

Geubrina Tari Puntia merupakan, dara kelahiran Pekanbaru, 6 Mei 1999. Ia baru saja menyelesaikan studi S2 di Pennsylvania State University di Amerika, Sabtu (14/5/2022), pagi waktu Amerika, dengan gelar Legum Master (L.LM), gelar hukum di bidang energi.

Gebi, begitu ia dipanggil, adalah anak dari pasangan Effendi Abu Bakar dan Syari Septiyeni.

Usai menyesuaikan pendidikan di SD, SMP, SMA, Islam As-Shofa Pekanbaru, anak kedua dari tiga bersaudara ini melanjutkan S1 di President University Jakarta dengan beasiswa penuh. Kemudian melanjutkan S2 di Pennsylvania State University di Amerika juga dengan beasiswa penuh dari kampusnya.

Sebagai orang tua, Effendi Abu Bakar mengaku mendidik anaknya dengan sangat baik, dengan tegas. Apa yang dicapai Gebi saat ini menurutnya bukan hanya karena didikan di keluarga dan sekolah semata, tapi juga karena semangat dan kerja keras anaknya.

Apalagi saat sekolah di As-Shofa Pekanbaru, Gebi sekolah full day, sampai di rumah belajar lagi malam, saat libur mengikuti les melukis, les menyanyi, sehingga hampir tak ada waktu buat anaknya untuk bermain-main.

"Sebagai orang tua tentu saja saya dan keluarga besar kami bangga punya anak pintar, berprestasi seperti Gebi, saya tahu dari kecil dia sangat tekut belajar dan gigih menggapai cita-citanya," ujar Effendi yang juga merupakan ASN di Pemprov Riau ini, dikutip dari mediacenterriau.go.id, Ahad (15/5/2022).

Apalagi katanya, saat ini tak banyak anak Riau yang mampu menembus kampus-kampus ternama di Amerika khususnya, apalagi dengan beasiswa penuh seperti yang didapat Gebi saat ini.

Kebanggaan ini menurutnya bisa jadi motivasi bagi anak-anak Riau yang lain untuk bisa mengikuti jejak Gebi, mampu berprestasi dan menimba ilmu di kampus-kampus ternama di dunia.

Sedari kecil, menurut Effendi, Gebi sudah mengukir banyak prestasi, seperti lomba melukis, matematika, bahasa inggris, makanya tak heran kalau di rumah ada ratusan piala yang berjejer.

Namun, keinginan Gebi kuliah di kampus-kampus ternama sempat membuatnya bingung karena biaya yang harus dikeluarkan sangat besar hingga ratusan juta apalagi kalau di luar negeri.

"Meski saya ASN, namun untuk bisa menguliahkan anak dengan biaya ratusan juga di Amerika tentu saja sangat berat, beruntung, Gebi mampu mendapatkan beasiswa penuh dari kampusnya baik waktu di President University dan juga di Pennsylvania State University."

Saat banyak orang tua yang khawatir melepas anak perempuannya jauh-jauh apalagi ke Amerika, namun bagi Effendi, dia sama sekali tak khawatir, apalagi Gebi menurutnya punya bekal yang cukup saat menimba ilmu di As-Shofa Pekanbaru. Kemampuan bahasa Inggris yang baik juga membantunya bisa beradaptasi dengan baik di luar negeri.

"Saya percaya dengan anak saya, dia punya cukup ilmu agama, punya pergaulan yang baik, InsyaAllah taat agama, dan yang terpenting kita percaya dia bisa menjaga dirinya," ucap Effendi.

Meski sudah diwisuda, namun Gebi menurutnya belum ingin balik ke tanah air, anaknya masih punya keinginan untuk melanjutkan studi S3-nya di negeri Paman Sam.

Bahkan Gebi saat ini sudah mengantongi Dokumen Otorisasi Tenaga Kerja (Employment Authorization Document / EAD), yang juga dikenal sebagai kartu EAD, izin kerja, atau izin berkerja di negara tersebut.

"Kalau saya sebagai orang tua tentu saja ingin dia pulang ke sini, jadi dosen atau lawyer di Jakarta seperti keinginanya, namun semuanya tergantung kepada anaknya, dia inginnya jadi apa nantinya, baik mau kerja di luar negeri atau kembali ke Indonesia," imbuhnya.

Saat ini, sembari mencari kesempatan untuk kuliah S3, Gebi diterima untuk magang di kampusnya setelah mengikuti serangkaian tes.

Dengan semua capaian itu, diakuinya Gebi sudah mendapat banyak tawaran untuk bergabung dengan sejumlah perusahaan besar dengan gaji yang cukup besar, namun sayangnya hal itu belum mau diterimanya.

Gebi menurutnya punya semangat dan harapan yang tinggi, dan itu dia harus dapatkan, tekad itu pula yang membuat Effendi sebagai orang tua bangga.

Tak cuma Gebi, kakak dan adik Gebi juga pretasi yang sama baiknya, Kintan Umari (kakak Gebi) saat ini sudah menyesaikan S2 di UGM dan juga Leana Raya Arumbi (adik Gebi) yang masih berada di tingkat SMP di As-Shofa Pekanbaru juga.

Atas apa yang sudah diraih anaknya, tak lupa, Effendi menyampaikan terima kasih atas bantuan semua pihak, terutama Gubernur Riau, Syamsuar, sehingga Gebi mampu menyelesaikan studinya di Amerika. Gubri pun katanya turut bangga atas capaian Gebi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar