FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Pendidikan Kebencanaan di Sulteng Dilakukan Baru Sebatas Inisiatif Dari Sekolah

Peristiwa Banjir Huntap Tondo Bulan Juli 2022.jpg

KBRN, Palu : Pendidikan kebencanaan penting dilakukan bagi masyarakat maupun peserta didik pada semua level pendidikan untuk meminimalisir risiko bencana.

Mitigasi kebencanaan nampaknya belum menjadi perhatian serius pemerintah Sulawesi Tengah hal ini ditandai belum diterapkannya secara penuh kurikulum pendidikan kebencanaan di sekolah. Padahal pemerintah pusat melalui BNPB telah memberikan warning mengenai potensi bencana, karena Sulawesi Tengah berada pada lingkaran cincin api atau ring of fire.

Kepala SMA Negeri 4 Palu Syam Zaini, S.Pd MPd kepada RRI mengatakan secara spesifik, penerapan kurikulum kebencanaan di sekolah belum diterapkan, namun yang selama ini dilakukan hanya sikap spontan dari satuan pendidikan untuk memberikan edukasi kepada peserta didik melalui simulai.

“Bahwa ini adalah inisiatif sekolah masing-masing belum ada misalnya secara massal atau secara keorganisasian kelembagaan dari pihak pemeritah daerah sesuai jenjang kewenangannnya masing-masing untuk menyampaikan ke sekolah-sekolah artinya ini belum masuk ke kurikulum secara resmi tapi sekolah menyisipkannya kepada mata pelajaran tertentu dan guru-gurunya sendiri yang berinisiatif,” jelas Ketua PGRI Sulawesi Tengah itu dalam perbincangannya berdama RRI, Kamis (11/8/2022) pagi.  

Senada hal itu Akademisi Untad Dr. Ir. Abdul Rauf, MSi menjelaskan melihat masifnya bencana, pendidikan kebencanaan penting diterapkan untuk peserta didik dilingkungan sekolah, namun perlu dirumuskan mengenai metode penerapannya dan harus disesuaikan dengan jenjang pendidikannya.

“Maka tentang kebencanaan ini hendaknya dimasukan ke dalam kurikulum pendidikan tetapi perlu rumusan yang lebih memadai, untuk apa, jangan materi itu menjadikan anak-anak trauma dengan materi kebencanaan yang diajarkan,” jelas Abdul Rauf.  

Menurut Abdul Rauf pendidikan kebencanaan tidak cukup hanya berfokus apa bahayanya namun yang lebih penting menurutnya bagaimana memberikan edukasi kepada masyarakat atau peserta didik agar dapat memahami seperti apa bencana itu terjadi dan upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk menanggulanginya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar