Lebaran Ketupat Bagian Dari Kekayaan Budaya dan Kekuatan Bangsa

KBRN, Parigi : Keragaman budaya di setiap daerah di Indoensia termasuk di Sulawesi Tengah memiliki nilai sebagai kekuatan bangsa,. Salah satu budaya yang tetap terpelihara usai hari raya Idhul Fitri yakni Lebaran ketupat yang menjadi nilai luhur bangsa.

Demikian antara lain penegasan Bupati Sigi, Moh Irwan saat menghadiri Peringatan Hari Raya Ketupat serta Milad Ke 25 Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Parigi Moutong yang bertempat di Kelurahan Bantaya Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong, Senin, (9/5/2022)

Lebaran Ketupat awalnya hanya dirayakan oleh orang jaton atau sebutan akrab untuk keturunan Jawa Tondano yang berkedudukan di Gorontalo. Namun, kini hampir semua warga keturunan Gorontalo turut merayakan tradisi lebaran ketupat dimanapun berada. Sebelum merayakan lebaran ketupat, warga akan menjalankan ibadah puasa sunah di bulan Syawal selama enam hari.

Dalam sambutannya, Bupati Sigi Moh Irwan mengatakan kegiatan ini sebagai momentum untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam keragaman budaya yang telah lama menjadi nilai luhur dalam diri bangsa Indonesia.

“Kita berharap agar keberagaman budaya ini dapat kita maksimalkan sebagai kekuatan untuk membangun daerah kita kedepannya “. Ungkap Moh Irwan.

Bupati menyampaikan terima kasih kepada para pengurus KKIG Parigi Moutong yang telah berperan aktif dalam menjaga nilai budaya masyarakat Gorontalo dengan menjunjung persatuan dan kerukunan dalam hidup bermasyarakat bersama seluruh masyarakat Parigi Moutong.

Usai menghadiri milad ke 25 KKIG, Bupati Sigi berkeliling melihat beberapa lokasi lebaran ketupat yang bertempat di sepanjang pesisir pantai bantaya.

Kadis PU Bina Marga Prov. Sulteng, Asisten II Parigi Moutong, Kadis Sosial Kab. Sigi, Kasat Pol PP Kab. Sigi, Kabag Prokopim Kab. Sigi, Ketua KKIG dan Para pengurus KKIG Parigi Moutong serta Masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar