Lagi Jasa Raharja Buktikan Layanan Prima Dengan Bayar Santunan Dalam 24 Jam

KBRN, Palu : Kecelakaan lalulintas menjadi hal yang paling tidak diinginkan oleh siapapun saat melakukan perjalanan sehingga sikap tertib berlalulintas menjadi hal yang harus dilakukan oleh masyarakat, namun musibah menjadi hal yang tidak dapat dihindarkan seperti kasus kecelakaan lalullintas di Cianjur. Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana, Minggu (14/08/2022) menyampaikan dari kasus kecelakaan tersebut, Jasa Raharja telah menyerahkan santunan meninggal dunia kepada seluruh korban kecelakaan truck fuso di Cianjur.

“Peristiwa kecelakaan tersebut terjamin Jasa Raharja sesuai Undang Undang No. 34 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Lalu Lintas Jalan,” jelasnya.

Dewi mengatakan, dari hasil koordinasi petugas Jasa Raharja dengan Pihak Kepolisian dan instansi terkait, maka pendataan korban meninggal dunia maupun luka-luka dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

“Data kebenaran ahli waris untuk korban meninggal dunia sejumlah 6 orang dan data kependudukan dari 5 orang mengalami luka-luka dapat kami pastikan dengan cepat, karena Kepolisian dan pihak-pihak instansi terkait sangat mendukung kelancaran proses penyelesaian santunan meninggal dunia dan jaminan biaya rawatan bagi korban yang luka-luka. Dengan demikian dalam kurun waktu 24 jam santunan meninggal dunia sudah dapat diterima oleh ahli waris melalui proses transfer atau overbooking.” ujar Dewi.

Ditambahkan sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI No.16 Tahun 2017, korban meninggal dunia mendapatkan santunan sebesar Rp50 juta yang diserahkan kepada ahli waris yang sah. Sementara bagi korban luka, ditanggung biaya perawatannya maksimal Rp20 juta. Dijelaskan kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur, Kampung Cipadang, Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, pada Minggu 14 Agustus 2022, dimana berdasakan keterangan Kepolisian setempat, peristiwa tersebut berawal saat truck Fuso bernomor polisi F 9125 WA bermuatan tepung terigu melaju dari arah Sukabumi menuju Cianjur. Saat menempuh jalan menurun dan menikung ke kiri, diduga sopir hilang kendali dan menabrak mobil Toyota Kijang dan lima unit sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan. Akibat musibah tersebut 6 orang meninggal dunia dan 5 orang mengalami luka-luka.

“Kami mengucapkan turut prihatin dan berbela sungkawa atas peristiwa ini. Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak Polri dan instansi terkait yang telah mendukung kelancaran proses penyelesaian santunan bagi para ahli waris korban. Tak lupa kami juga mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan raya, untuk senantiasa waspada dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas saat berkendara,” ungkap Dewi.

Sementara itu Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sulawesi Tengah, Hasjuddin SE, MM, AAAI-K, AMII CFP, CWM, CSA, CRP, CRGP, ANZIIF (Assoc), CIP, CFMA, Selasa (15/08/2022) mengatakan Jasa Raharja saat ini telah menerapkan pelayanan PRIMA dimana setiap kasus kecelakaan lalulintas, petugas akan langsung turun ke lapangan untuk jemput boleh, sehingga proses penyerahan santunan dapat lebih cepat dilakukan khususnya bagi korban yang meninggal dunia.

“Sekarang ini Jasa Raharja sudah menerapkan Pelayanan PRIMA jadi kami yang jemput bola, jadi biasanya belum 24 jam kasus kecelakaan korban sudah dapat santunan kalau yang meninggal dunia kami data terus kami langsung datangi rumah korban dan bertemu langsung dengan ahli waris korban. Ini juga untuk memudahkan masyarakat karena biasanyakan kalau dalam kondisi begitu bingung mau ngapai,”terangnya.

Ditengah upaya Jasa Raharja dalam memberikan pelayanan yang maksimal, masyarakat diharapkan dapat tetap disiplin dalam berlalulintas mengingat jumlah santunan yang diberikan pihaknya tidak sebanding dengan kehilangan anggota keluarga yang dicintai.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar