Aplikasi Pinjaman Ilegal Masih Banyak, Masyarakat Diminta Waspada Manfaatkan Pinjaman Online

KBRN, Palu : Ditengah perkembangan teknologi saat ini berbagai kemudahan terus ditawarkan kepada masyarakat tidak hanya soal pelayanan berbasis digital, saat ini masyarakat Indonesia umumnya dan Sulawesi Tengah khususnya dimanjakan dengan berbagai fitur pinjaman berbasis online, dimana cukup dengan menggunakan KTP, masyarakat bisa menjadi nasabah dan meminjam uang. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah Triyono, pada kegiatan Jurnalis Update Perkembangan Kinerja Industri Keuangan Di Sulawesi Tengah, Selasa (09/08/2022) mengatakan mudahnya membuka layanan berbasis online menjadi salah satu tantangan pihaknya dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas layanan industri keuangan, mengingat sebahagian besar layanan berupa Fintech atau Pinjaman Online masih berstatus tanpa ijin atau illegal.

“jadi menurut data yang ada di kami secara Nasional jumlah Fintech atau Pinjaman Online yang terdaftar itu sebanyak 102 Perusahaan saja, sementara yang illegal atau tanpa ijin itu sebanyak 4.089, dan 4.089 ini kami sudah berupaya untuk melakukan penindakan tapi ya itu mereka masih bisa buka lagi,”terangnya.

Dikatakan sulitnya menghentikan keberadaan Pinjaman Online illegal saat ini, pihaknya mendorong masyarakat untuk lebih peduli dan teliti sebelum memanfaatkan layanan pinjaman berbasis online, diantaranya dengan melakukan pengecekan aplikasi pinjaman online yang akan dimanfaatkan.

“Mudahnya membuat dan membuka kembali layanan pinjaman online ini membuat kami cukup kesulitan mengatasi Fintech illegal, jadi kami terus mendorong masyarakat untuk lebih waspada saat mengajukan pinjaman online. Jangan karena terdesak langsung asal pinjam saja tanpa dilakukan pengecekan, yang ujungnya bermasalah dan bahkan diteror,”jelasnya.

Ditambahkan pihaknya tidak dapat melakukan apapun terhadap masyarakat yang mengalami masalah di Fintech illegal selain menyarankan untuk dilaporkan ke Pihak Kepolisian sebagai solusi terbaik dalam mengatasi teror dari Fintech illegal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar