Dinas Perindag Touna Launching Rumah Usaha Mikro Rangkaian Aksi Perubahan Sinergitas Koperasi dan UMKM Dalam Peningkatan Perekonomian

Image.jpeg

KBRN, Ampana : Berada ditengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemic Covid-19, Indonesia memiliki sector UMKM yang menjadi pondasi perekonomian dan nasional serta berkontribusi kepada kebangkitan Ekonomi Indonesia. Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah menjadi komitmen pemerintah tidak hanya oleh pemerintah pusat tetapi juga menyasar hingga ke daerah termasuk Kabupaten Tojo Una-una.

Saat ini pemerintah daerah terus melakukan upaya pemulihan ekonomi salah satunya dengan menggerakkan sector UMKM melalui Rumah usaha mikro.

Asisten III sekertariat daerah Tojo Una-una Rusmin Labudu, ketika mewakili Bupati Tojo Una-una pada Launching Rumah usaha mikro mengatakan, keberadaan Rumah usaha mikro ini diharapkan menjadi sarana seluruh pelaku usaha didaerah ini untuk berkoordinasi, sekaligus mempromosikan dan memasarkan produk-produk local Tojo Una-una khususnya diproduksi oleh UMKM.

“Saya berharap keberadaan rumah usaha mikro ini tidak hanya menjadi kepentingan reformer tepati dapat mebnjadi sarana seluruh pelaku usaha untuk berkumpul, berkoordinasi, mempromosikan serta memasarkan seluruh produk-produk UMKM dari daerah ini,” ujar Bupati, Rabu (6/7/2).

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas perindustrian dan perdagangan Tojo Una-una Astria ST mengatakan, pemerintah daerah terus memberikan dukungan dalam meningkatkan kesehteraan UMKM dan Koperasi diantaranya mengfasilitasi 5 UMKM untuk memiliki sertifikat halal MUI serta aksi perubahan program 1 ASN 1 Produk.

“Dinas perindustrian dan perdagangan khususnya bidang Koperasi dan UMKM dukungan dan fasilitasi yang telah kami lakukan dalam meningkatkan kesejahteraan UMKM DAN Koperasi antara lain ditahun kemarin kami sudah menfasilitasi 5 UMKM memiliki sertifikat halal MUI dari produk usahanya, kemudian ada 3 koperasi yang kami fasilitasi sehingga sudah memiliki nomor induk koperasi, beberapa pelaku usaha juga kami fasilitasi atas hak sertifikat tanahnya sebanyak 380 dan tahun ini sebanyak 193 pelaku usaha. Tahun ini juga kami coba fasilitasi dengan aksi perubahan ini yaitu program 1 ASN 1 Produk dan yang saat ini launching rumah usaha mikro, “ jelas Astria.

Sejauh ini UMKM masih dihadapkan dengan berbagai persoalan yang memerlukan sinergitas dan dukungan dari pihak-pihak terkait agar pelaku usaha semakin maju dan berkembang tidak hanya di daerah sendiri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar