Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Touna Minta Penggiat Sosial Media Bijak Menggunakan Sosmed

Moh_Hamdi_Mahdin.jpg

KBRN, Ampana : Penggunaan sosial media di era serba digital ini memiliki peran sangat penting untuk menjadi media komunikasi dan informasi bagi banyak orang. Banyak platform yang memudahkan masyarakat untuk berbagi gambar, video, suara dan informasi lainnya secara cepat ke publik.

Kendati dengan segala kemudahan dan kebebasan yang tersedia, penggiat sosial media tentu harus tetap waspada dan bijak dalam menggunakan sosial media agar aman. Sehingga jangan sampai dengan menggunakan sosial media yang harusnya menguntungkan, malah jadi menimbulkan masalah yang serius.

Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tojo Una una merangkap penasehat dewan dakwa islamiyah indonesia touna Mohamad Hamdi Mahdin Lc, S.Thi Senin (23/5/2022),menyebutkan untuk menyebar luaskan suatu informasi harus memilih kata dan kalimat yang dapat dan dengan mudah dipahami oleh publik sehingga tidak terjadi mispresepsi.

" Penggunaan sosial media harus berhati hati, kita harus bijak menyampaikan atau meneruskan informasi yang kita terima, sebab jangan sampai orang lain atau sahabat kita diasosial media atau masyarakat salah menanggapinya, dan ini bisa jadi sumber perpecahan,"tutur Mohamad Hamdi Mahdin.

Menurut Penyuluh Agama Islam PAI Non Pns itu, bebas bukan berarti semaunya, namun kebebasan harus dibarengi juga dengan tanggung jawab.  Lebih lanjut tutur Mohamad Hamdi Mahdin, berbicara tentang etika, harusnya kita terapkan saat bersosialisasi dan menjadi cara bijak dalam menggunakan sosial media, baik di dunia maya maupun nyata. Menghindari menulis atau menyebar luaskan kata-kata yang bisa menyinggung SARA, sebab SARA merupakan hal yang sangat sensitif di masyarakat karena dapat menyebabkan gesekan ditengah umat beragama.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar