Peternak berharap ada pelonggaran jangka waktu karantina bagi hewan ternak

KBRN, Palu : Peternak berharap, jangka waktu karantina bagi hewan ternak dapat dikurangi, mengingat Sulawesi Tengah hingga saat ini masih dinyatakan sebagai zona hijau dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku.

Saat ini UPT  Veteriner Dinas Perkebunanan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah terus melakukan pengawasan ternak yang akan dilalulintaskan ke pulau kalimantan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak.

Kepala UPT  Veteriner Dinas Perkebunanan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah  drh. Erwin Hurudji mengungkapkan hingga saat ini Sulawesi Tengah masih belum ada ditemukan kasus PMK pada hewan.

“walaupun hingga saat ini belum ada temuan kasus, jika ternak memiliki tanda klinis masyarakat ataupun peternak diharapkan untuk melaporkan kepada pihak ataupun dinas terkait untuk segera melakukan penanganan,” ungkap Erwin (19/2022)

Semenatra, Pak Ilham, salah seorang peternak sapi mengungkapkan, dengan adanya pemeriksaan kepada setiap ekor hewan ternak adalah hal yang baik, untuk menjamin kesehatan dan kelayakannya. Namun dirinya berharap sedikit kelonggaran untuk waktu masa karantina yang cukup lama, hingga memakan waktu selama 14 hari.

“Sulawesi Tengah masih daerah yang aman dan belum ada kasus, kami berharap Gubernur dapat berdiskusi dengan pihak karantika untuk mengurangsi masa karantina ternak karena berdampak besar bagi kami peternak,” harapnya.

Menurutnya, dengan lamanya masa karantina akan banyak berpengaruh kepada hewan ternak yang dikarantina, hingga dapat menyebabkan menurunya timbangan ternak.

 

Hewan ternak miliknya yang akan diperiksa berjumlah kurang lebih 180-an ekor, semua hewan ternak tersebut nantinya akan dikirim ke kalimantan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar