Durian Poso, Potensi Lokal Yang Terus Dikembangkan

Wabup Poso Tinjau Petani Durian .jpg

KBRN, Poso : Meskipun belum puncak musimnya, tapi petani durian Poso sudah banyak yang panen untuk memenuhi biaya produksi dan biaya lain-lain dalam perawatan tanaman durian khususnya jenis montong.

Memang durian Poso sudah terkenal legit dan padat serta sangat lezat rasanya, apalagi jenis durian lokal yang orang Poso menyebutnya durian mentega.

Jenis durian montong yang ada di Dusun Taunca kemungkinan adalah hasil perkawinan silang dengan durian lokal sehingga isinya juga sama dengan durian mentega dengan biji durian sangat kecil nyaris tidak berbiji. Pantaslah per 500 gramnya dihargai istimewa Rp 50.000 yang dikemas dalam wadah plastik.

“Pemerintah Kabupaten Poso menaruh perhatian khusus dalam pengembangan sektor pertanian perkebunan, khususnya komoditi local yang bernilai ekonomis tinggi. Durian Poso misalnya, ini sudah dikenal dengan cita rasanya”. Ujar Wakil Bupati Poso, M. Yasin Mangun, Ketika mengunjungi petani durian, Kamis, (20/1/2022).

Bertandang ke dusun Taunca di rumah  petani sekaligus pengumpul durian tersebut berceritera bahwa kalau durian yang terkumpul di tempatnya ini silih berganti orang datang membeli seperti dari Makassar, Morowali, Palu dan Manado serta kota Kabupaten dekat lainnya di Sulawesi Tengah. Rata-rata pembelinya dengan partai banyak tidak kurang dari seton dua ton bahkan lebih yang akan di pasarkan di luar Kota Poso.

Ceritera bapak Udin, petani sekaligus pengumpul tersebut menyebutkan lagi  bahwa banyak petani didusunnya yang memiliki lahan berhektar-hektar hanya ditanami pohon durian. Memang tanah di dusun Taunca sejak dulu sudah terkenal subur. Banyak hasil bumi yang berasal dari wilayah pesisir selatan Kota poso ini yang sudah dinikmati hasilnya oleh para petani lokal dan pendatang khususnya dari Provinsi Sulawesi Selatan sehingga dusun ini juga dikenal dengan cokelatnya (tanaman kakao).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar