Hayono Isman: FORNAS Olahraga Murah, Tapi Bukan Murahan

Foto: Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.

KBRN, Palembang : Kemeriahan rangkaian pelaksanaan FORNAS VI 2021 Sumatera Selatan 2022 telah dibuka secara resmi, Jumat, (1/7/2022) malam. Sekain memperlombakan berbagai cabang dari Induk Olahraga (INORGA), rangaian FORNAS VI juga diisi dengan Seminar Nasional Indonesia Bugar 2045.

Seminar dengan tema "Peran Strategis Olahraga Masyarakat Dalam Menyongsong Indonesia Bugar 2045” dilaksanakan secara luring dan daring. Diikuti para Ketua Umum INORGA se-Indonesia dan perwakilan Ketua KORMI se-Indonesia di Hotel The ALTS Palembang, Sabtu (2/7/2022).

Ketua Umum Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Nasional, Hayono Isman mengungkapkan, untuk pertama kalinya FORNAS dihadiri 34 provinsi Indonesia dan pertama kalinya diikuti peserta terbanyak. Tercatat dalam FORNAS sistem nasional terdapat 12.200 pendaftar. Dan saat ini telah hadir 9.000 pegiat olahraga.

"Dibandingkan event olahraga lainnya, Kita luar biasa, kita murah tapi kita bukan murahan karena kita ingin memastikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bugar terutama saat memperingati 100 tahun Indonesia Merdeka," ungkapnya saat membuka seminar, Sabtu (2/7/2022)

Dilansir dari portal Pemprov.Sumsel, mantan Menpora tahun 1993 - 1998 ini mengatakan, FORNAS terlaksana atas Sinergi pemerintah pusat dan Pemprov Sumsel didukung publik dalam hal ini sponsor. Dengan total APBN dan APBD 17 M, yaitu biaya yang lebih murah dibandingkan event olahraga lainnya.

"Saya sangat mengapresiasi karena banyak juga dari pegiat olahraga yang datang dengan biaya sendiri. Olahraga masyarakat tidak boleh dipandang remeh, kita memang tidak seglamour olahraga prestasi, yang kita ingin meningkatkan tumbuhnya rasa cinta dan semangat berolahraga yang didukung berbagai pihak khususnya pemerintah," katanya.

Hayono mengatakan, olahraga masyarakat harus dibina dan didukung untuk menjadikan olahraga masyarakat ini menjadi kegiatan yang terukur dan teratur. Karena kita ingin menjadi bangsa yang bugar dan dapat bersaing dengan SDM luar negeri.

"Kita harus berprestasi bukan hanya olahraga tapi segala bidang, ayo olahraga sehat bugar, gembira, produktif, dan kompetitif.  PON dan FORNAS berbeda, di FORNAS tidak ada juara umum tetapi ada ranking. Karena ranking perwujudan dari kompetitif. Dan adanya  perlombaan akan membentuk mental yang kompetitif," ujarnya.

Disamping itu, Hayono mengingatkan kepada panitia pelaksana khususnya, juri dan wasit memastikan jangan ada kecurangan di setiap pertandingan FORNAS.

Menurutnya, hal ini harus diperhatikan karena KORMI tidak hanya ingin membangun fisik bugar tetapi juga mendukung terwujudnya revolusi mental di masyarakat yang menjadi program utama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.

"Tidak ada tawar menawar. Tidak ada bullying. Jika diketahui terjadi kecurangan maka KORMI akan mengambil langkah tegas. Hal seperti ini harus didengungkan didaerah. Jangan sampai FORNAS menjadi ajang yang merusak nilai-nilai olahraga yang kita junjung tinggi," tegasnya.

Tak hanya itu, Hayoni Isman juga memuji kesuksesan opening ceremony FORNAS VI di Sumsel. Menurutnya, setiap penyelenggaraan FORNAS  dilakukan dengan banyak kekurangan dan terus menjadi lebih baik dalam setiap penyelenggaraannya.

"Saya berharap kegiatan ini dapat menginspirasi pemerintah dalam memberikan dukungan anggaran bagi pelatih untuk menjadikan olahraga masyarakat menjadi gerakan masyarakat. Terima kasih kepada Gubernur Sumsel dan jajaran serta Ketua DPRD Sumsel, dalam kerjasama yang indah untuk kesuksesan FORNAS VI,"katanya.

Setelah kegiatan ini, sambung Hayono, tugas KORMI adalah membimbing menjadi INORGA agar terus lebih baik. INORGA harus dibantu pemerintah ditingkat pusat maupun daerah dalam peningkatan jumlah pelatih dan instruktur yang bersertifikasi agar INORGA dapat berkembang.

Dalam Seminar ini dilakukan 3 sesi diskusi dan tanya jawab dengan dihadiri narasumber-narasumber yang kompeten dalam bidangnya membahas 3 topik utama yaitu sesi pertama, tentang Keragaman dan Potensi Strategis Olahraga Masyarakat

Indonesia.

Sesi kedua, Posisi Dan Peran Strategis Olahraga Masyarakat Dalam Undang-Undang No 11 Tahun 2022 Tentang Keolahragaan dan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Peraturan Presiden No. 86 Tahun 2021.

Dilanjutkan sesi ketiga, Peran Olahraga Masyarakat Dalam Membentuk Indonesia Bugar, Produktif Dan Kompetitif di Tahun Emas 2045.

Turut hadir Wakil Ketua umum KORMI Nasional, Adi Suyatno,  Ketua Pelaksana Fornas VI Achmad Syamsudin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar