UIN Raden Fatah Terjemahkan Al Quran Berbahasa Palembang

Poto: Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama, RM Fauwaz Diradja SH Mkndi Kegiatan Desiminasi Terjemahan Al-Quran berbahasa Palembang di kampus UIN Raden Fatah di Kawasan Jakabaring Palembang, Rabu (26/1/22).

KBRN, Palembang: Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang berhasil menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa daerah palembang dengan proses selama 1 tahun. Kini, kitab suci Islam ini telah dicetak dan disebar dibeberapa instansi hingga tokoh masyarakat di Kota Palembang Sumatera Selatan.

Sultan Mahmud Badaruddin (SMB)  IV Jaya Wikrama, RM Fauwaz Diradja SH Mkn bersyukur Palembang memiliki pemerhati dan pecinta bahasa Palembang yang ikut melestarikannya sehingga tercipta Al Quran dengan terjemahan Bahasa Palembang.

“Al Quran dengan terjemahan Bahasa Palembang ini sebenarnya keinginan masyarakat Palembang untuk melestarikan bebaso Palembang , mungkin karena sentralnya Al Quran ini, kita melihat, mungkin dari Al Quran ini kedepan bebaso Palembang ini menjadi muatan  lokal di Palembang, Al Quran dengan terjemahan Bahasa Palembang ini salah satu  pemantiknya,” kata SMB IV usai  Kegiatan Desiminasi Terjemahan Al-Quran berbahasa Palembang di kampus UIN Raden Fatah di Kawasan Jakabaring Palembang, Rabu (26/1/2022).

SMB IV berterima kasih kepada semua pihak yang diinisiasi oleh UIN Raden Fatah  yang telah membuat Al Quran dengan terjemahan Bahasa Palembang, dia yakin  yang menterjemahkannya bisa mendalami Al Quran .

“ Mudah-mudahan jadi amal jariah  bagi kita semua  baik yang membuatnya, baik yang mencetaknya, menginisiasinya, membantunya, mempromosikannya dan yang membacanya dan semoga ini menjadi amal jariah bagi semuanya,” kata SMB IV.

Untuk sosialisasi Al Quran dengan terjemahan Bahasa Palembang ini menurut SMB IV  , bisa diperbanyak mencetak Al Quran dengan terjemahan Bahasa Palembang atau dengan melalui aplikasi PDF atau android  sehingga lebih nyaman untuk di baca.

“Mudah-mudahan dengan dibantu tehnologi penyebar luasan  Al Quran dengan terjemahan Bahasa Palembang ini bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat Palembang dan masyarakat di nusantara

Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Nyayu khodijah menceritakan pembuatan awal pembuatan Al-Quran bermula dari ide yang dicanangkan Februari 2018 lalu dengan melakukan kerjasama langsung dengan Kementerian Agama RI. Dia mengatakan hal ini dilakukan sebab UIN Raden Fatah memiliki cita-cita dan  konsen terhadap pelestarian dan pemertahanan eksistensi bahasa daerah dan peradaban islam melayu di Palembang.

"Sebelum tahun 2018, kami sudah memiliki ide demikian, hanya saja belum sempat terealisasi. Kemudian, ada tawaran dari Puslitbang Lektur Keagamaan khususnya dari Badan Litbang Kementrian Agama RI, Alhamdulillah proses penerjemahan selesai dalam waktu setahun," kata Nyayu.

Dalam prosesnya, UIN turut melibatkan akademisi, ulama serta tokoh masyarakat di Palembang. Mengingat penerjemahan Al-quran sangat membutuhkan peran orang-orang berkompeten dibidangnya masing-masing. Di tahun selanjutnya, tim mulai melakukan proses validasi dan editing yang kemudian berhasil dicetak pada tahun 2020.

"Ada sebanyak 20 orang yang bekerjasama dalam proses ini yang diketuai oleh pak Alfi Julizun Azwar yang merupakan dosen di UIN Raden Fatah. Sedangkan anggotanya terdiri dari pakar atau tokoh masyarakat yang kompeten. Bahasa Palembang yang dimasukan dalam Al-Quran juga merupakan bahasa asli atau halus dari nenek moyang yang hampir jarang digunakan sekarang," sebutnya lagi.

Hanya terdapat sebanyak 70 eksemplar pada cetakan awalnya, hal ini diakuinya sebab bebrapa keterbatasan, sehingga dalam peluncurannya hari ini Al-Quran tersebut hanya dibagikan kepada beberapa instansi dan orang saja.

"Ada sebanyak 70 ekslemplar pada cetakan awal yang baru dibagikan ke tokoh masyarakat, instansi terkait dan pemerintah kota Palembang, dinas-dinas terkait," tambahnya

Sehingga kedepan Rektor UIN tersebut akan terus menggalakan kerjasama dengan berbagai instansi untuk memperbanyak cetakan Al-Quran dengan bahasa derah pertama ini yang dipastikan terdapat dua jenis cetakan, yakni Hardcopy dan E-book.

"Sebenarnya ada 2 versi, cetak dan e-book, kalau untuk versi cetak kita mencari kerjasama dan akan menawarkannya kepada pemerintah kota, khususnya dinas kebudayaan, pariwisata dan pendidikan yang mungkin akan bersedia membantu menambah versi cetak sehingga dapat diberikan kepada masyarakat, kalau untuk versi PDF akan kita upayakan kerjasama dengan Banlitbang kementerian agama," tuturnya lagi.

Nyanyu merasakan kebahagiaan dan cukup lega karena meskipun melalui banyak suka duka dalam prosesnya, Al-Quran bahasa Palembang ini dapat diselesaikan sampai juz 30. Yang mana sebelumnya hanya bisa diselesaikan sebanyak 15 juz saja.

"Kendalanya adalah ketelitian dan pemahaman, karena tidak banyak orang yang memiliki keahlian untuk bisa menerjemahkan Al-Quran terlebih maknanya," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar