Dua Bocah Tenggelam di Sungai Ogan, Pencarian Diperluas

  • 02 Sep 2025 09:37 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Dua orang anak warga Jalan H Faqih Usman, Kecamatan Seberang Ulu I, Kertapati, Palembang, dikabarkan tenggelam di Sungai Ogan pada Senin (1/9/2025). Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

Dua bocah laki-laki, Hari (6) dan Alfi (8), dilaporkan terseret arus sungai saat sedang mandi bersama lima orang temannya di pinggiran Sungai Ogan. Warga sekitar yang sempat melihat aktivitas anak-anak itu sebelumnya, sudah menegur dan meminta mereka naik ke daratan. Namun, peringatan itu rupanya tidak digubris.

“Anak-anak itu sempat ditegur warga agar segera naik. Tapi saat warga pergi, mereka turun lagi ke sungai,” ungkap salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Nahas, saat sedang asyik bermain air, Hari dan Alfi tiba-tiba terseret arus deras. Teman-teman mereka yang panik langsung berlari memanggil warga dan memberitahu keluarga korban.

Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, membenarkan adanya laporan dua anak tenggelam tersebut. Informasi diterima oleh Basarnas sekitar pukul 14.20 WIB, dan tak lama kemudian tim penyelamat langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

“Kami langsung mengirim Tim Rescue yang dipimpin Kasi Operasi, Bapak Manca Rahwanto, untuk melakukan pencarian,” jelas Raymond dalam keterangan tertulis.

Sejak Senin (1/9/20250 sore kemarin, upaya pencarian intensif telah dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Tim terdiri dari Basarnas Palembang, TNI AL, Polair Polda Sumsel, Damkar Palembang, PMI, serta masyarakat sekitar yang turut membantu.

Tim SAR melakukan penyisiran permukaan sungai dan penyelaman di sekitar lokasi tenggelamnya korban, namun hingga malam hari, hasilnya masih nihil. Proses pencarian pun dilanjutkan pada pagi hari, dengan strategi yang lebih luas dan terkoordinasi.

“Pagi ini pencarian kembali kita lanjutkan. Tim SAR Gabungan kita bagi menjadi dua SRU dan dua sektor,” Kepala Seksi Operasi SAR, Manca Rahwanto, saat dikonfirmasi.

SRU (Search and Rescue Unit) 1 difokuskan menyisir aliran sungai ke arah timur laut menggunakan kapal RIB sejauh 5 kilometer persegi. Sementara SRU 2 menyisir ke arah barat daya menggunakan perahu karet dan perahu milik warga sejauh 1,5 kilometer persegi.

Pencarian juga melibatkan pembersihan area yang dipenuhi tanaman eceng gondok, karena ada kemungkinan korban tersangkut di sana. Jika memungkinkan, penyelaman tambahan akan kembali dilakukan.

“Semoga dengan berbagai upaya ini, korban dapat segera ditemukan,” harap Manca.

Kabar tenggelamnya dua anak ini mengguncang warga sekitar. Banyak dari mereka tampak memadati pinggiran sungai sejak hari kejadian, berharap ada kabar baik. Sejumlah anggota keluarga korban pun masih menunggu dengan penuh kecemasan.

“Kami mohon doanya. Semoga anak-anak ini bisa ditemukan dalam keadaan selamat atau setidaknya segera diketahui keberadaannya,” ujar salah satu kerabat korban dengan nada haru.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus berlangsung. Sungai Ogan yang merupakan anak Sungai Musi ini memang dikenal memiliki arus cukup deras, terutama saat musim hujan. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi Tim SAR dalam melakukan evakuasi dan penyelamatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....