Komitmen Pada Keselamatan Kerja, Kilang Pertamina Plaju Sabet Dua Penghargaan

KBRN, Palembang : PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit (RU) III Plaju menerima penghargaan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penghargaan tersebut diserahkan secara daring oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif dan diterima oleh General Manager PT KPI RU III Plaju Edy Januari Utama Rabu (24/11/2021). Pada acara Penganugerahan Penghargaan Keselamatan Migas 2021, PT KPI RU III Plaju berhasil meraih penghargaan Patra Karya Raksa Madya dan Patra Nirbhaya dan Patra Nirbhaya Karya Utama Adinugraha V.

Patra Karya Raksa Madya adalah penghargaan untuk kategori pembinaan keselamatan migas, berkat sistem manajemen keselamatan migas yang dijalankan di lingkungan PT KPI RU III Plaju, dan telah memenuhi aspek keselamatan kerja dan lingkungan sehingga berhasil menjaga kehilangan jam kerja aman dan pencemaran lingkungan. Sedangkan Patra Nirbhaya Karya Utama Adinugraha adalah penghargaan untuk kategori tanpa kehilangan jam kerja akibat kecelakaan kerja. 

Arifin Tasrif mengatakan acara ini merupakan ajang apresiasi kepada badan usaha di subsektor migas baik di kegiatan hulu maupun hilir, yang telah melakukan upaya menjaga keselamatan dan keamanan di wilayah kerja atau operasinya. Sebagai informasi, pemerintah telah menargetkan adanya peningkatan investasi di sektor ESDM pada 2022.

“Sub sektor migas memberikan kontribusi yang cukup besar, yaitu mencapai 17 Miliar USD,” ujar Arifin dalam siaran pers yang diterima RRI, Kamis (25/11/2021).

Peningkatan investasi tersebut menurutnya perlu didukung usaha peningkatan kinerja operasi yang baik, serta tidak ada kecelakaan kerja, sehingga ada tidak ada proyek dan kegiatan migas yang tertunda atau terhenti yang dapat menyebabkan potensi biaya dan waktu penyelesaian proyek yang tertunda.

Kewajiban dari pelaku industri migas untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja serta pengelolaan lingkungan tersebut diatur dalam Undang-Undang No 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi. Adapun bentuk penjaminan yang dimaksud harus dimulai dari komitmen para pimpinan tertinggi dari badan usaha untuk menempatkan keselamatan sebagai budaya dan mewarnai setiap lingkup pekerjaan.

“penerapan sistem manajemen keselamatan migas pada pelaku industri migas adalah sebagai salah satu upaya menuju kesana,” lanjutnya.

Sistem keselamatan manajemen migas tersebut merupakan bagian penting dalam mendukung industri migas yang berkelanjutan. Arifin menyebut industri migas adalah salah satu yang paling berisiko, bukan hanya investasinya, operasinya pun memiliki risiko yang tinggi.

“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha migas dalam menjaga keselamatan migas, diharapkan tingkat kecelakaan dapat ditekan serendah mungkin,” lanjutnya.

Arifin juga mengapresiasi perusahaan yang telah memperoleh penghargaan keselamatan migas.

“Kami mengucapkan selamat kepada badan usaha atau bentuk usaha tetap yang memperoleh penghargaan keselamatan migas, baik untuk kategori manajemen keselamatan migas maupun kategori pencapaian jam kerja aman,” tuturnya. Ia pun berharap agar prestasi ini dipertahankan dan disampaikan kepada para pekerja di lapangan.

Mewakili PT KPI RU III Plaju, Edy mengatakan penghargaan yang diterima merupakan wujud komitmen yang telah dijalankan PT KPI RU III Plaju dalam menjalankan proses bisnis pengolahan minyak.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menunjukkan pengelolaan yang maksimal terhadap unit bisnis yang ada di kilang kami,” ungkapnya.

Dalam operasional bisnis PT KPI RU III Plaju, Edy menuturkan manajemen selalu menaruh perhatian penuh pada aspek keselamatan kerja para pekerja. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran manajemen dan pekerja PT KPI RU III Plaju yang telah mendukung keselamatan kerja. Ia pun berkomitmen untuk terus mempertahankan capaian keselamatan kerja yang telah dijalankan ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar