Kasus Pembangunan SMKN 3 Kayu Agung Berbuntut Panjang

39.jpg

KBRN, Palembang : Setelah 8 bulan lamanya menunggu ganti rugi lahan seluas 7 hektar milik (alm) H. Jalil bin Dinga Dekana yang digunakan untuk pembangunan SMKN 3 Kayu Agung, Kab. OKI, Sumatera Selatan akhirnya berbuntut panjang.

Pasalnya kuasa hukum keluarga (alm). H. Jalil bin Dinga Dekana, Apriadi, SH, Adriawan Kusuma, SH. MH, Nurhadi, SH dan Suhaimi, SH melayangkan surat kepada Gubernur Sumatera Selatan dan Dinas Pendidikan Sumatera Selatan.

Sebelumnya ahli waris sudah melakukan mediasi dan menyampaikan tuntutan ganti rugi, namun hingga 8 bulan lamanya belum mendapat tanggapan serius dari Pemkab OKI,

Akibat tidak adanya tanggapan Pemkab. OkI akhirnya pihak ahli waris melakukan pemblokiran jalan sejak satu minggu lalu dikawasan jalan hutan kota dan mengakibatkan aktifitas masyarakat terhambat.

Kuasa hukum ahli waris M. Adriawan Kusuma, SH.MH kepada RRI usai mengirimkan surat dikantor Gubernur Sumatera Selatan mengatakan, sebelum melayangkan surat ke Gubernur Sumsel pihaknya sudah menyampaikan masalah ganti rugi lahan tersebut kepada Bupati OKI namun belum ada tindakan, sehingba diharapkan melalui surat yang dikirimkan langsung kepada Gubernur Sumatera Selatan dapat memenuhi ganti rugi lahan tersebut.

"Kami sudah melayangkan surat ke Bupati namun belum ada respon hingga 8 bulan, semoga dengan surat lanjutan kepada Gubernur Sumsel dan Dinas Pendidikan ini akan membuahkan ganti rugi," ungkapanya, Jumat (12/8/2022).

Meski melakukan pemblokiran jalan namun itikad baik dari keluarga ahli waris masih terlihat dengan tidak berupaya melakukan penutupan sekolah SMKN 3, bahkan spanduk yang terpasang untuk pemblokiran jalan menyatan permohonan maaf kepada warga sekitar yang harus memutar balik karena tidak bisa melintasi jalan hutan kota.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar