Kepala PKUB: Kemenag Perlu Sosialisasikan Moderasi Beragama

Foto : Kemenag Sumsel

KBRN, Palembang : Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Wawan Djunaedi menyampaikan bahwa menghargai tradisi adalah bagain dari cara beragama yang baik.

Hal tersebut disampaikan Wawan secara Virtual melalui zoom pada kegiatan Moderasi beragama Berbasis Kearifan Lokal yang digelar oleh Balai Litbang Agama Jakarta di Hotel Harper Palembang, Selasa (5/7/2022)

Dikatakan, moderasi beragama adalah cara pandang, sikap dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum berlandaskan prinsip adil, berimbang dan mentaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

Dikatakannya banyak masyarakat yang salah paham dengan Moderasi beragama. “Bukan agamanya tetapi beragama yang dimoderasi, untuk itulah Kemenag perlu mensosialisasikan gerakan Moderasi Beragama” ujar Wawan, dilansir dari Portal Kemenag Sumsel, Selasa (5/7/2022).

Mengenai urgensi dari Moderasi beragama, kata Wawan, yaitu berkembang cara pandang, sikap dan praktik beragama yang lebih ekstrem sehingga mengesampingkan martabat kemanusiaan, Berkembangnya klaim kebenaran subjektif dan pemaksaan kehendak atas tafsir agama serta pengaruh kepentingan ekonomi dan politik berpotensi memicu konflik, Berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa dalam bingkai NKRI.

Ada beberapa indikator dari Moderasi beragama yaitu Komitmen Keabangsaan, Toleransi, anti kekerasan, penerimaan terhadap tradisi.

“Dengan moderasi beragama kita dapat menjaga NKRI . ini merupakan Warisan tokoh bangsa kita yang sudah mulai dilupakan. Agama tidak perlu dipertentangkan dengan kearifan lokal atau budaya. Karena Karifan lokal warisan budaya tak benda senafas dengan moderasi beragama” jelasnya.

Kegiatan Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal diikuti oleh 75 peserta dari Kanwil kemenag Sumsel, BDK Palembang, Kakankemenag, Penyuluh, FKUB, Kepala Desa Lubuk Siberuk, desa Rukun di Sumsel, KUA, UIN Raden Fatah Palembang. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kakanwil kemenag Sumsel, Ketua FKUB Sumsel KH. Mal’an Abdullah, dari UIN Raden fatah Palembang Dr. H Duski Ibrahim, Dr. Muhammad Adil dan Dr. Muhammad Naufal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar