Tolak Sistem Keamanan Baru, Ratusan Warga Komplek Kencana Damai Palembang Terpecah

KBRN, Palembang : Belum lama ini, belasan orang melakukan aksi unjuk rasa menolak peralihan sistem keamanan perumahan Kencana Damai yang berlokasi di Jalan Residen H. Najamuddin Kelurahan Sukamaju Kecamatan Sako kota Palembang, Sumatera Selatan.

Mereka menilai keputusan untuk mengubah sistem keamanan yang kini dikelola oleh Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) PT Satria tidak melibatkan warga sebelumnya

Juru bicara pendemo, Sapta mengatakan akibatnya sekitar 150 Kepala Keluarga menolak untuk membayar iuran keamanan per 1 Juli 2022.

Hal yang membuatnya khawatir adalah dengan adanya warga yang membayar dan tidak membayar iuran, maka akan berpotensi menimbulkan gesekan antar warga. 

“Seharusnya sebelum memutuskan segala sesuatu dikembalikan lagi ke warganya, karena warga yang akan membayar. Kami juga menganalisa pendapatan sekuriti nantinya akan menurun, secara logika mereka kerja semakin semangat apa akan loyo,” ungkapnya, Jumat (1/7/2022).

Suasana sempat sedikit memanas saat tiba-tiba rombongan pengunjuk rasa menggeruduk balai desa sesaat akan digelar acara peresmian sistem keamanan baru yang saat itu juga dihadiri oleh pihak Kecamatan, Polsek dan TNI.

Camat Sako Amiruddin Sandy mengimbau agar permasalahan ini bisa segera diselesaikan secara musyawarah agar tak semakin meruncing di kemudian hari.

“Saya yakin tujuan semuanya baik, jadi bisa diselesaikan dengan baik. Saya berharap jangan ada permasalahan di kemudian hari,” katanya.

Sementara itu, ketua RW setempat Zulkarnain membantah jika perubahan pengola kemananan tidak melibatkan warga.

Menurutnya, perwakilan warga sudah diundang sebanyak dua kali untuk membicarakan hal itu.

Dari tujuh RT di komplek dengan total sekitar 1000 rumah itu, sebanyak enam RT yang menyatakan setuju jika sistem keamanan dikelola secara professional. Sedangkan satu RT yang tidak menyetuji.

“Dari 7 RT disini, hanya 1 RT yang memisahkan diri karena ingin pengamanan dilakukan secara Pamswakarsa. Karena satu pos sekuriti sering kosong (tidak ada yang menjaga) maka kami memutuskan untuk dikelola secara professional. Jadi kami sudah undang perwakilan masyarakat yang tidak menyetuji tadi untuk musyrawarah tapi tidak pernah hadir ,” jelasnya.

Selain itu, mengingat Jalan Raya Noerdin M. Pandji yang sering mengalami kemacetan terutama saat jam sibuk, pihak RW dan RT telah bersepakat dengan pengelola rukan Sriwalk yang posisinya bersebelahan dengan perumahan Kencana Damai untuk menginzinkan akses jalan agar dapat dilalui warga perumahan.

“Jalan Noerdin Pandji kan sering macet, maka kami berinisitif Bersama pihak Sriwalk membuka akses jalan. Namun awalnya gerbang dibelakang itu sempat dilas oleh pihak yang tidak setuju dan akhirnya mereka sendiri yang membukanya sehingga ada anggapan seperti pahlawan kesiangan ,” tambahnya.

Pengelola Sriwalk, Darwin membeberkan alasan pihaknya membuka akses jalan bagi warga.

Menurutnya, Sriwalk merupakan komplek komersil sehingga jalan yang ada di dalam area Sriwalk adalah jalan umum.

“Sriwalk itu kan memang komplek komersil, jadi jalan itu jalan umum, jalan bersama. Jadi buat kami terbuka saja ,” tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar