PLTP Rantau Dedap Jadi Tumpuan Sumsel dalam Pemanfaatan EBT

KBRN, Palembang : Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memiliki harapan besar akan hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di wilayah Sumsel. Keberadaan PLTP tersebut merupakan salah satu dukungan dari PT. Supreme Energy dalam menuju Sumsel menerapkan Energi Baru Terbarukan (EBT).

"Saya bangga hadirnya PLTP ini. Prinsipnya ini memperkuat komitmen kita (Sumsel) menuju energi baru terbarukan," ujar Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, saat menerima Direktur Eksekutif PT. Supreme Energy Rantau Dedap, Nisriyanto dan Wakil Direktur PT. Supreme Energy Rantau Dedap, Priandaru Effendi dalam rangka melaporkan perkembangan kegiatan Proyek PLTP Rantau Dedap 91,2 MW  di Ruang Tamu Gubernur, Jumat (28/1/2022).

Orang nomor satu di Sumsel itu berpesan kepada pihak PT. Supreme Energy tetap menjaga kelestarian lingkungan alam di wilayah sana.  Termasuk kelestarian  hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS).

"Kelestarian alam disana saya minta harus terjaga, ini juga komitmen kita dalam menjaga kelesatrian alam," ungkapnya.

Tak hanya itu Herman Deru ingin hadirnya PT. Supreme Energy Rantau Dedap  memberikan kontribusi dalam mengurangi angka pengangguran di Sumsel  dengan menyerap tenaga kerja lokal.

"Ya, saya ingin PT. Supreme Energi dapat rekrut tenaga kerja lokal disana," tutupnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif PT. Supreme Energy Rantau Dedap, Nisriyanto mengatakan dalam pertemuannya dengan Gubernur Sumsel untuk melaporkan selesainya pembangunan proyek PLTP di Kabupaten Muaraenim, Lahat dan Kota Pagaralam. 

"Alhamdulilah diakhir tahun lalu 26 Desember 2021 itu sudah beroperasi secara komersial dan dapat menyalurkan listrik sebesar 91,2 MW ke PT. Perusahaan Litrik Negara (PLN) melalui gardu induk Lumut Balai dan selanjutnya masuk ke jaringan utama PLN di Kabupaten Lahat," terangnya.

Menurutnya PLTP ini akan disalurkan ke PLN yang terkoneksi dari utara ke selatan itu melewati Sumatera Bagian Selatan dengan daya 275 KV dan itu disalurkan ke gardu induk Lumut Balai 150 KV kemudian disalurkan ke jalur yang terkoneksi sehingga alirannya bisa kemana-mana terutama di daerah sekitar.

"Untuk kapasitas 91,2 MW ini memiliki jalur yang ada didalam gardu induk dan akan disalurkan kedaerah Muaraenim, Lahat dan Pagaralam sedangkan sisanya akan masuk yang ke koneksi tadi sebesar 275 KV," ungkapnya. 

Hadirnya PLTP menurutnya dapat medukung tersedianya listrik di Sumsel sehingga akan mendukung kegiatan dan industri lainnya salah satunya dimanfaatkan untuk kendaraan listrik. 

Dia mengatakan pembangunan PLTP itu memang dipilih wilayah yang berada di daerah pengunungan dengan ketinggian 2.000 hingga 2.600 mdpl.

"Yang kita cari itu adalah uap panas, bahkan sudah kita lakukan studi dari 2012 dan kita berkesimpulan lokasinya didaerah Muaraenim, Lahat dan Pagaralam yang sangat tepat," ujarnya.

Sedangkan dia menguraikan untuk pembangunan PLTP ini sendiri menelan dana yang cukup besar senilai Rp. 10 triliun lebih. 

"Untuk membangun 91,2 MW itu lebih dari 10 triliun. Ini komitmen kami untuk mengembangkan teknologi pembangkitan yang ramah lingkungan, serta mewujudkan panas bumi di Sumsel," kata dia. 

Sementara peresmiannya nanti lanjutnya direncanakan akan dilakukan pada  Maret 2022 dengan mengundang Menteri BUMN.

"Tadi kita sudah mengundang Pak Gubernur Herman Deru, untuk pak Menteri nanti kita sesuaikan dengan jadwalnya," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar