Atasi Terngkulak, 5 Unit Pengelolahan dan Pemasaran Bokar Lahat Dibentuk

Salah satu kegiatan sosialisasi Dinas Perkebunan Lahat

KBRN, Lahat: Meskipun Dinas Perkebunan di Kabupaten Lahat baru terbentuk, namun persoalan harga karet masyarakat sudah lama dan banyak terjadi, karena itu dinas tersebut langsung membentuk Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) dalam upaya menekan harga tengkulak getah karet.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat, Vivi Anggraini SSTP menyebut luas perkebunan karet di Kabupaten Lahat mencapai 412 ribu hektar.

Namun, baru terbentuk empat UPPB, di tahun 2021. Sehingga  Kabupaten Lahat paling sedikit memiliki UPPB. Padahal UPPB tersebut bertujuan untuk mengendalikan harga jual karet, agar petani terhindar dari tengkulak yang nakal.

UPPB merupakan Unit yang di bentuk pemerintah di bawah dinas perkebunan untuk mengendalikan harga karet tingkat petani.

“Empat UPPB itu berada di Desa Pagar Agung, Kecamatan Pajar Bulan, Desa Bunga Mas, Kecamatan Kikim Timur, Desa  Makartitarma, Kecamatan Kota Lahat, dan Desa Lematang Jaya Kecamatan Merapi Timur,” ungkap Vivi, Minggu, (16/1/2022)

Selain mendapatkan keuntungan dalam harga jual, melalui UPPB petani juga mendapat keuntungan berupa beragam bantuan pemerintah.

Vivi menjelaskan, selisih harga dari tengkulak sangat besar dengan kisaran Rp 9 ribu hingga Rp10 ribu perkilogram. UPPB bisa Rp 12 ribu hingga Rp 15 ribu perkilogram. Getah karet tersebut  salurkan ke perusahaan bermitra, yakni  PT Kirana.

Karena itu, Lahat di awal tahun ini akan membentuk 5 UPBB untuk meningkatkan pendapatan petani karet

“Awal tahun ini ada lima UPPB akan bentuk, yakni Desa Cempaka Wangi Kecamatan Merapi Timur, Desa Paduraksa Kikim Timur, Desa Ulak Emas Lahat, Desa Tanjung Aur Gumay Ulu, dan Desa Lebak Budi Kecamatan Merapi Barat,” kata Vivi.

Agar bisa mendapatkan bantuan cairan Sintas90 itu, syarat yang harus penuhi, lahan keanggotaan dalam UPPB minimal 100 hektar, penghasilan getah dalam dua minggu sebanyak 4 ton..

Selain mendapat keuntungan harga, petani yang tergabung dalam UPPB juga mendapat bantuan cairan pengeras getah karet. Produknya bernama Sintas 90, yang saat ini tidak diperjual belikan. Dari satu botol Sintas 90 berukuran 200 mililiter, dicampur enam liter air, bisa digunakan untuk 10 getah karet berukuran 1 meter x 80 centimeter.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar