Aturan Pariwisata Kalteng dan Aktivitas Pusat Kuliner Harus Dipatuhi

KBRN, Palangka Raya : Kendati tahun ini pandemi Covid-19 belum ada kepastian akan berakhir, namun agenda kegiatan besar sektor wisata di Kalimantan Tengah (Kalteng) nampaknya tetap akan digelar.

Hal tersebut sesuai usulan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) sebanyak 10 agenda atraksi seni dan budaya serta pariwisata, agar bisa masuk di dalam kalender event Kementerian Pariwisata di tahun 2021.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng Guntur Talajan, apabila event event tersebut disetujui, pihaknya telah mempersiapkan standar operasional prosedur dalam penyelenggara nya. 

Adapun 10 even yang diusulkan tersebut, Festival Budaya Isen Mulang di Palangka Raya, Babukung di Kabupaten Lamandau dan Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Mihing Manasa di Kabupaten Gunung Mas, Perahu Tradisional dan Mandi Safar di Kabupaten Kotawaringin Timur, Sansana Bandar di Palangka Raya, Kampung Buntoi di Kabupaten Pulang Pisau, Penyang Hinje Simpei di Kabupaten Katingan.

Untuk saat ini ditambahkan mantan Kepala Dinas Pendidikan Kalteng ini, diluar sejumlah kegiatan tersebut, fokus pihaknya juga untuk membangkitkan kembali gairah pariwisata, seperti pusat kuliner. Para pelaku wisata dituntut terus berinovasi demi memulihkan ekonomi yang sempat terpuruk akibat pandemi. Tentu saja sesuai dengan protokol kesehatan dari pemerintah. 

"Seperti memanfaatkan media untuk menyampaikan informasi juga kegiatan wisata lainnya. Prosedur tanpa tatap muka, misalnya secara langsung kegiatan pariwisata disiarkan lewat media. Bisa juga virtual, tanpa mengumpulkan banyak orang. Memanfaatkan teknologi, begitu juga pusat kuliner," ungkapnya. 

Sementara itu, dalam rangka mendukung pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan juga program revolusi industri 4.0, salah satu pusat kuliner di Kota Palangka Raya, menerapkan pesan antar makanan dengan menggunakan smartphone.

Salah seorang pengelola pusat kuliner di Jalan Rajawali, Johny Antonius Lenak kepada RRI mengatakan, konsep tersebut masih terbilang baru di Kota Cantik karena masyarakat yang ingin menikmati makanan dan minuman, harus memesan melalui smartphone, meskipun berada di lokasi kuliner.

Sistem kerja dari pemesanan makanan ini dijelaskan Johny Antonius Lenak, dengan menggunakan barcode yang telah tersedia. Setelah masuk ke dalam aplikasi, terdapat daftar menu makanan dan minuman. Tamu tinggal memilih melalui menu dari ponsel kemudian pelayan akan mengantarkan langsung ke meja pelanggan. 

"Lantaran masih dalam situasi Covid-19, cara tersebut mendukung upaya dari pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Selain penerapan teknologi sebagai inovasi layanan di tempat wisata kuliner sesuai dengan 4.0 yang selama ini terus digaungkan. Intinya, pelanggan atau tamu tidak perlu melakukan tatap muka dengan karyawan," ungkapnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00