Kesiapan Tim Pengendali Karhutla Kalteng, Pantau Titik Hostpot

KBRN, Palangka Raya : Dalam sepekan terakhir di wilayah Kalimantan Tengah, hujan jarang terjadi, hal ini menandakan akan masuk musim kemarau, yang perlu diwaspadai masyarakat ancaman karhutla, salah satunya di kabupaten kapuas

Kepala BPBD Kapuas Panahatan Sinaga mengatakan, menghadapi musim kemarau, petugas gabungan telah melakukan berbagai persiapan khusus,  untuk mencegah karhutla parah dan meluas.

“Selama tahun 2020 lalu, petugas gabungan berhasil melakukan pemadaman sebanyak 68 titik api, sedangkan hotspot yang berhasil terdeteksi 303 titik. namun untuk tahun 2021 dari januari hingga februari belum terlihat signifikan kebarakan, lantaran masih dibantu hujan,” kata Panahatan kepada RRI Jum’at (26/2/21)

Di tempat terpisah, Komandan Regu Manggala Agni Budi Rahayu memiliki cara khusus dalam mengantisipasi karhutla di musim kemarau mendatang,  pihaknya memanfaatkan motor trail masuk ke dalam hutan yang sulit dijangkau mobil pemadam, hasilnya dalam periode januari sampai februari belum ada titik panas di palangka raya yang terpantau.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, dapat pro aktif mencegah terjadinya karhutla sejak dini, pemilik lahan diminya bisa menjaga lahan dari potensi terbakar baik di sengaja atau rembetan dari lahan milik orang lain, karena pada umumnya 95 persen bencana kabut asap di kalteng, akibat ulah tangan manusia, bukan karena alam,” katanya

Sementara itu, Kasi Data Dan Informasi Bmkg Palangka Raya, Anton Budiono mengatakan, untuk musim kemarau akan berlangsung sekitar bulan apri, untuk saat ini masih musim penghujan. Pihaknya tidak menampik saat ini jumlah hujan dalam seminggu sedikit berkurang, efek dari berkurangnya fenomena la nina, pertanda segera memasuki peralihan musim dari penghujan ke musim kemarau.

“Tiap terjadinya potensi bencana alam di Kalteng, pihaknya 2 jam sebelum terjadi selalu menginformasikan kepada masyarakat, dan masyarakat hendaknya selalumemperbaharui informasi terbaru dari bmkg, dengan gejala alam munculnya la nina berarti curah hujan bertambah, sedangkan bila gejala el nino berarti terik panas akan bertambah, dan berpotensi terjadi karhutla,” tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00