Kotim Diminta Revitalisasi Posyandu untuk Atasi Stunting

KBRN, Palangka Raya: Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah masih fokus menurunkan angka stunting di Bumi Tambun Bungai. Angka stunting Kalimantan Tengah tercatat tertinggi keempat se-Indonesia.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk menangani stunting di Kalimantan Tengah yakni dengan revitalisasi Posyandu. Demikian dikatakan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Yulistra Ivo Sugianto Sabran, saat menyampaikan sambutan pada acara pelantikan Ketua TP PKK Kabupaten Kotawaringin Timur, Khairiyah Halikinnor, Jum’at (26/2/2021).

Yulistra Ivo Sugianto Sabran meminta Ketua TP PKK Kotawaringin Timur didukung pemerintah daerah setempat untuk mengaktifkan kembali Posyandu hingga ke desa-desa.

“Posyandu sangat penting sebagai pelayanan kesehatan terdekat. Di Posyandu dilakukan pemantauan tumbuh kembang anak, bahkan imunisasi diberikan secara gratis. Hingga ke desa-desa posyandu harus diaktifkan,” tutur Ketua TP PKK Kalteng dalam acara pelantikan yang dilaksanakan secara virtual.

Ketua TP PKK Kalteng ini menambahkan agar anak dengan stunting yang kondisinya gawat dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi. Bahkan apabila rumah sakit di kabupaten tidak mampu menangani dapat dirujuk ke rumah sakit milik Pemprov Kalteng, RS Doris Sylvanus.

Menurutnya, apabila orang tua anak dengan kondisi stunting gawat tidak mampu secara finansial, pihaknya siap membantu agar dapat tertangani.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Tengah, Muhammad Irzal, mengatakan selaku leading sector penanganan stunting BKKN hingga 2020 telah melakukan berbagai kegiatan di 5 kabupaten yakni Kotawaringin Timur, Barito Timur, Gunung Mas, Barito Selatan dan Kotawaringin Barat. Menurutnya program kegiatan tersebut akan dilanjutkan pada tahun ini.

Disebutkan Kepala Perwakilan BKKBN Kalteng, jumlah keluarga yang terpapar stunting pada 2020 di lima kabupaten di Kalteng tercatat sebanyak 26.050 keluarga.

“Dilaksanakan berbagai bentuk kegiatan untuk memberikan informasi langsung komunikasi dan informasi kepada kader posyandu, atau kader yang ada di desa dan yang menjadi terobosan 2020, ibu hamil diberi info langsung bagaimana memelihara kehamilannya, dengan menggunakan alat peraga KIE,” ujarnya.

Muhammad Irzal mengatakan kondisi pandemi Covid-19 menjadi salah satu kendala untuk bertemu langsung guna menjangkau keluarga-keluarga yang terpapar stunting. (foto: MMCKalteng) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00