Bencana Alam Di Kalsel Tumbuhkan Kepedulian Masyarakat.,

KBRN, Palangka Raya : Bencana alam yang melanda Indonesia secara umum dan terkhusus di daerah, menumbuhkan sikap kepedulian sosial tinggi di tengah masyarakat, bantuan berupa uang tunai, kebutuhan pokok, dan pakaian layak pakai, terus mengalir diberikan masyarakat posko maupun penggalangan dana.

Salah satunya dilakukan Masjid Al Muhajirin Jalan Bondol Perumahan Padat Penduduk, Bumi Palangka III Di Kota Palangka Raya. Pengurus Masjid yang dinahkodai oleh Ustadz Mujib dan Suroso, dibantu 4 RT di komplek tersebut yakni RT 10,11,14,dan 16, membuka posko penggalangan dana selama dua hari, hasilnya terkumpul uang tunai sebesar Rp 19 juta lebih, dan 100 dus pakaian layak pakai.

Salah satu Kordinator Penyaluran Bantuan Ke Warga Terdampak Banjir Di Kalimantan Selatan Gagah Cahyadi mengaku bangga, dengan kepedulian yang ditunjukkan masyarakat di perumahan padat penduduk, hal ini membuktikan kebersamaan dan empati terhadap penderitaan warga yang saat ini sedang tertimpa musibah banjir.

“Karena ada kalanya kita hidup susah dan senang, sekarang inilah saat yang tepat membantu meringankan saudara kita di Kalimantan Selatan yang mendapat musibah banjir, dan semua ini adalah ujian dari Allah, agar bisa lebih instropeksi diri terhadap kesalahan yang diperbuat,” kata Gagah kepada RRI Minggu (24/1/21)

Ditambahkan Gagah, bantuan uang tunai dari masyarakat senilai jutaan rupiah, semuanya dibelanjakan kebutuhan pokok, seperti makanan siap saji, popok bayi, dan mie instan, karena dari informasi warga terdampak banjir di Kalsel, paling dibutuhkan masyarakat adalah sembako dan petugas pemulihan pasca banjir dan tanah longsor.

Sementara itu, bantuan ke Kalimantan Selatan khususnya di dua daerah terdampak, dilakukan dua tahap, pertama distribusi pakaian layak pakai langsung di bawa ke Martapura, selang hari berikutnya tahap kedua, tim penyaluran yang diiringi oleh pengurus Masjid Al Muhajirin antara lain Agus Reres, Syamsul, Arifin dan Sobirin, menyuplai bahan pokok ke daerah Barabai.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00