Gejala DBD Mirip Covid-19, Dua-duanya Harus Diwaspadai

KBRN, Palangka Raya: Di tengah kewaspadaan terhadap penularan Covid-19, masyarakat juga diminta mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di musim penghujan ini.

Direktur Rumah Sakit dr. Doris Sylvanus (RSDS) Palangka Raya, Yayu Indriaty, mengatakan gejala yang timbul pada penderita DBD hampir sama dengan orang yang terinfeksi virus corona.

“Kami imbau apabila keluarga sakit demam lebih dari 3 hari kemudian lemas segera berobat untuk diperiksa karena gejala juga mirip dengan Covid-19. Nanti kita akan kita pilih akan kita screening apakah Covid-19 atau DBD,” ujar Yayu.

Yayu mengatakan angka kejadian DBD di RSUD Doris Sylvanus sudah mulai muncul. Menurutnya, tidak hanya pasien anak-anak,  RSUD Doris Sylvanus juga merawat pasien dewasa. Namun Yayu mengatakan pihaknya belum bisa merinci data hingga akhir bulan Januari.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Edi Kelana, mengatakan tahun 2019 dan 2020 angka kasus DBD di Kalteng menurun dibanding sebelumnya.

Walaupun kasusnya tidak meningkat, kewaspadaan, kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan satu rumah satu jumantik,  3M plus, itu tetap harus bahkan lebih ditingkatkan lagi kalau bisa nol kasus targetnya,” ujarnya, Sabtu (23/1/2021).

Edi mengatakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah DBD perlu terus dilakukan. Meski  kesadaran terhadap pentingnya kebersihan lingkungan sudah membaik, namun menurut Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular promosi kesehatan harus terus dijalankan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00