PPKM di Mata Masyarakat Kota Palangka Raya

KBRN, Palangka Raya: Hampir sepekan sudah diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Palangka Raya. Melalui Surat  Edaran Walikota diatur kegiatan masyarakat di luar rumah seperti di pasar, rumah makan, cafe, bahkan kantor mengikuti batasan waktu dan jumlah orang yang diperbolehkan dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat dan disiplin.

Salah seorang warga Palangka Raya, Dewi, mengaku tidak merasakan perbedaan antara saat PPKM dan tidak. “Tentunya kalau perbedaan nggak ada. Kita semenjak ada pandemi ini kita merasa dibatasi, berkurang aktivitas dan merasa ada ketakutan dan was-was. Cuma mungkin yang usaha aja. Khususnya kuliner malam atau cafe yang bisa 24 jam merasa dibatasi waktu,” tuturnya kepada RRI, Sabtu (23/1/2021).

Dewi menganggap PPKM hampir sama dengan PSBB yang diberlakukan sebelumnya. Menurutnya, sebagai warga ia sudah mulai beradaptasi dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Dewi memahami pemerintah ingin memastikan masyarakat tidak semakin banyak yang tertular Covid-19 sehingga melakukan pengetatan. Apalagi jelang vaksinasi bagi masyarakat diharapkan tidak justru semakin banyak pasien konfirmasi positif Covid-19.

Senada dengan Dewi, seorang anak muda Palangka Raya, Lando, mengatakan sejak pandemi Covid-19 ia sudah jarang nongkrong di cafe pada malam hari. Demi menghindari penyebaran Covid-19, sejak April 2020 Lando lebih memilih untuk lebih banyak di rumah saja.

“Mereka itu biasanya nongkrong dari jam 7 atau jam 8 itu, pulangnya jam 11. Tapi kan semenjak ada PPKM mereka harus sebelum jam 9 mereka sudah harus balik karena takut kan ada razia prokes atau gimana gitu kan. Tapi kalau menurut aku sendiri sih karena kebiasaan di rumah ya biasa di rumah aja untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19 juga. Gak kontak sama orang, menghindari kerumunan orang juga,” ujarnya.

Menurut Lando dampak PPKM pada tiap warga Palangka Raya tentu berbeda-beda dan tergantung kondisi masing-masing. Namun ia mendukung pemerintah untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan agar memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Ketua Harian Satuan Tugas Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, menyatakan warga Kota Palangka Raya sebagian besar sudah mematuhi ketentuan yang dibuat.

“Dari hasil evaluasi kita selama ini rata-rata semua sudah mematuhi aturan protokol keshatan. Jadi tutup semua jam 9 kan hanya sisanya take away kan. Trus anak-anak muda nongkrong sudah mulai berkurang. Makanya kita tetap melakukan patroli dan pengawasan,” kata Emi kepada RRI ketika dihubungi via telpon. 

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya ini menambahkan dari hasil swab PCR yang dilakukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 juga menunjukkan penurunan. Menurutnya, banyaknya aktivitas masyarakat di luar rumah memperbesar kemungkinan untuk terpapar virus corona.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00