Harga PCR Yang Dipatok Pemerintah Dianggap Sudah Moderat

KBRN, Palangka Raya : PCR atau Polymerase Chain Reaction merupakan salah metode swab tes guna memetakan penyebaran covid 19. Karena peralatan yang cukup canggih dengan operasional yang cukup rumit dan membutuhkan keahlian tertentu, tes PCR terkadang menuntut biaya yang cukup mahal dari biaya swab test lainnya. Namun demikian Pemerintah RI sudah berupaya untuk menjaga konsistensi harga yakni pada kisaran 900 ribu rupiah. Sayangnya, masiha da sejumlah Rumah Sakit terlebih Rs swasta yang membandrol harga tes PCR ini hingga kisaran lebih dari 1 juta rupiah bahkan hingga 1,6 juta rupiah.

Menanggapi hal ini , Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Palangka Raya, dr Abram Winasis, Kamis (21/01/2021) mengatakan, harga yang sudah dipatok pemerintah memang sudah terhitung layak dan moderat. Keputusan untuk memasang harga PCR di kisaran 900 ribu rupiah, sudah melalui penilitan, kajian dan telaah di lapangan. Selain itu harga juga sudah disesuaikan dengan kemampuan masyarakat, penyedia layanan dan tenaga di balik tes PCR ini.HArga itu ,  juga sudah disesuaikan dengan biaya operasional, biaya perawatan dan tenaga yang mengoperasikannya. Abram juga menyebut, tidak banyak Rumah Sakit yang kini dilengkapi dengan alat PCR sehingga keberadaaanya terhitung langka. Menurutnya, tes PCR lebih unggul dari tes swab lain, karena mampu menganalisis data dengan akurat dan cepat.

“Sehingga ketentuan harga yang disyaratkan pemerintah tak akan membebani masyarakat dan pihak rumah sakit sendiri,” jelasnya.

Sementara itu seorang anggota DPRD Kota Palangka Raya, Beta Sailendra berpandangan, Ketentuan harga 900 ribu bagi biaya tes PCR ini sudah diketahui oleh seluruh rumah sakit Peemritnah dan swasta. Hanya saja ini semua perlu pemantauan, pengawasan dan teguran bagi pihak yang melanggarnya. Ia menyebut ada sejumlah rumah sakit yang kemudian mensiasati aturan ini dengan menarik ongkos dan biaya pada pengurusan administrasi menyangkut tes PCR ini.

“Sehingga patokan harga yang sudah ditentukan ini harus dikawal implementasinya di lapangan,” jelasnya.

Di masa pandemic covid 19 dimana masyarakat membutuhkan pelayanan dan dukungan kesehatan yang lebih dari biasanya. Ada baiknya memang seluruh pihak yang bekerja dan bertanggung jawab di dunia kesehatan tak lagi mengejar keuntungan dan profit semata namun lebih kepada pengabdian bagi masyarakat. (NATA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00