Temuan Penggalang Dana Korban Banjir Kalsel Tak Berijin

KBRN, Palangka Raya: Dinas Sosial Kota Palangka Raya menemukan cukup banyak oknum pengumpul bantuan bagi korban banjir Kalimantan Selatan yang tidak mengantongi ijin. Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kota Palangka Raya, Nesi Suel, pihaknya segera menyurati Satpol PP untuk menertibkan oknum yang  mengatasnamakan organisasi sosial untuk membantu korban banjir.

“Ini kita sudah mencoba membuat surat ke Satpol PP Kota Palangka Raya untuk pengawasan di lapangan karena memang banyak yang mengataskan orsos, PUB (Pengumpulan Uang dan Barang) untuk pengumpulan uang, barang dan jasa tapi tidak melewati kita tanpa seijin Dinsos dan PTSP. Keberadaan seperti itu kelihatan banyak sekali tidak tahu dari mana-mana,” ujar Nesi kepada RRI ketika dihubungi melalui saluran telpon, Rabu (20/1/2021).

Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Kota Palangka Raya ini mengatakan dari pantauan sementara di lapangan ada sekitar 2-4 pengumpul uang dan barang  yang tidak jelas dari mana dan lewat mana penyaluran bantuannya.

Menurut Nesi, Pengumpulan Uang dan Barang yang belum mendapat rekomendasi dari Dinsos dan ijin dari PTSP merupakan pelaku pungutan liar. Syarat berkas rekomendasi pengumpulan uang atau barang  untuk bencana alam atau bencana sosial, lanjut Nesi, terbilang mudah. Berkas yang harus dipersiapkan seperti surat permohonan, fotocopy KTP pemohon 1 lembar, proposal kegiatan dan susunan panitia/pengurus.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Relawan Gabungan Palangka Raya Rescue, Farmin, mengatakan banyak tim relawan yang bergabung untuk mengumpulkan dana bagi korban banjir Kalsel. Alasannya, banyak relawan yang menganggap pengurusan ijin pengumpulan uang dan barang cukup rumit.

“Syarat ini, ya kadang mereka gabung dengan kami. Bingung mereka rasa takutan gimana. Makanya mereka menggerakkan kami. Sebenarnya kami ada BPKnya, cuma namanya teman, saya diminta mengkoordinir relawan,” ujar Farmin.

Farmin mengatakan sumbangan yang dikumpulkan Relawan Gabungan Palangka Raya Rescue akan digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan korban banjir di Kalsel seperti sembako, obat-obatan, lilin, dan popok bayi. Dikatakan, untuk laporan penyaluran bantuan ke Dinas Sosial akan dilakukan menyusul.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00