Waspada Bencana Akibat Fenomena La Nina

KBRN, Palangka Raya: Di tengah musim hujan yang dipengaruhi fenomena La Nina, masyarakat diingatkan untuk waspada terhadap ancaman bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Kepala Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Catur Winarti, mengatakan potensi terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih ada di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

“Terutama untuk musim hujan 2020 ini dipengaruhi fenomena la nina yang membawa dampak penambahan jumlah curah hujan. Sehingga masih harus diwaspadai genangan di beberapa wilayah Kalteng yang memang berpotensi,”  tuturnya saat menjadi narasumber dalam Dialog Kentongan RRI, Selasa (01/12/2020).

Kepala Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya mengatakan dampak fenomena La Nina diprediksi akan berlangsung hingga Mei 2021. Selain genangan air, banjir dan tanah longsor, Catur mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai petir dan angin kencang.

Pada kesempatan yang sama, Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Palangka Raya, Sarjito Zaini, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi potensi bencana dengan melaksanakan kesiapsiagaan 24 jam.

“Apabila terjadi banjir dan upaya pencarian pertolongan tentunya kita akan melaksanakan operasi SAR untuk melakukan pertolongan terhadap korban bencana itu. Kita akan bekerja sama leading sector bencana dan intansi terkait serta masyarakat,” katanya.

Personil BASARNAS di Palangka Raya, Pos SAR Sampit dan Pos SAR Pangkalan Bun disiagakan untuk membantu daerah dengan potensi SAR. Dalam melaksanakan tugasnya BASARNAS juga berkoordinasi dan bekerja sama dengan semua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota, instansi terkait lainnya, TNI-Polri serta masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00