Waspada Sirkulasi Siklonik Picu Cuaca Ekstrim Sepekan ke Depan

KBRN, Palangka Raya : Masyarakat di Kalimantan Tengah diminta waspada terhadap anomali cuaca hingga sepekan ke depan. 

Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menyebut, sirkulasi siklonik masih terpantau di Samudera Hindia barat Bengkulu dan di Laut Jawa dan selatan Kalimantan, membentuk daerah pertemuan dengan perlambatan kecepatan angin yang memanjang di perairan utara Aceh. Mulai dari Sumatera Utara hingga perairan barat Bengkulu, di Selat Karimata bagian utara, Papua bagian barat hingga Maluku bagian selatan, dari Kalteng hingga Selat Karimata bagian selatan.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi, Anton Budiyono, kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi. 

"Sehingga menimbulkan dinamika atmosfer yang tidak stabil dan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan yang dapat memunculkan cuaca ekstrem dan hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat dan petir dan angin kencang," tambah Anton, Kamis (26/11/20).

Sementara itu, dalam mengantisipasi bencana, mengingat curah hujan semakin meningkat, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah, Darliansyah, mengatakan perlu adanya koordinasi dari semua pihak agar bisa mengenali ancaman dan memprediksi sebelum terjadinya bencana serta mencegah dan mampu menanggulangi serta mengurangi dampaknya. 

Diakui Darliansjah, pihaknya juga telah melakukan pemetaan potensi bencana seperti banjir dan longsor sehingga penanggulangan bencana bisa dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi dengan melibatkan pemerintah, swasta dan masyarakat termasuk media.

"Pihak BPBD juga mengutamakan pengurangan resiko bencana dengan tetap melaksanakan penanganan darurat yang cepat dan tepat," ungkapnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00