Lingkungan Banyak Rusak, Kalteng di Ambang Bencana

KBRN, Palangka Raya : Kerusakan lingkungan yang terjadi dalam skala besar memang akan mendatangkan bencana dan kerugian yang akan sama besarnya. Jika tidak dibendung maka akan terjadi kerugian yang lebih luas yang mengancam jiwa, harta benda hingga keamanan warga sendiri.

Kepada RRI, seorang penggiat Wahana Lingkungan Hidup atau Walhi , Dimas Hartono, Senin (26/10/2020)  mengungkap, bencana banjir yang kini melanda diakibatkan oleh wilayah tutupan hutan di kalteng yang mayoritas sudah hilang. Sayangnya tutupan ini merupakan media serapan air dengan tingginya intensitas hujan yang tidak ada wilayah serapan banjir dan longsor. Sementara untuk kondisi sungai sendiri dikarenakan adanya pembukaan lahan di wilayah hulu yang menyebabkan longsor dan endapan mengarah ke sungai dan menjadi sedimen yang menumpuk di wilayah hilir lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Untuk itu Walhi mendorong, agar pemerintah melakukan evaluasi dan audit sejauh mana perijinan sesuai kaidah peraturan sesuai kondisi lingkungan.

“Jika terjadi pelanggaran dan ketidak tertiban Walhi meminta pemerintah melakukan penindakan,"  jelasnya.

Sementara itu, seorang pengamat dan akademisi di bidang lingkungan hidup , Ashary mengungkap, bencana seperti banjir dan kebakaran hutan memang sangat merugikan masyarakat dan menimbulkan kelumpuhan di semua sektor. Penyebabnya adalah kebutuhan hidup dan juga terjadinya alih fungsi lahan ke arah pembangunan. Ini harus diseimbangkan antara ruang terbuka hijau atau RTH dengan ruang terbangun. Seperti contoh adalah lahan hijau yang banyak dialihkan ke industri sawit dan perkebunan sebagai area tangkapan air hujan termasuk di hutan tropis.

“ Ini akan mengakibatkan pergerusan dan terjadi genangan yang mengakibatkan banjir,” jelasnya,.

Memang pada akhirnya antara pembangunan dan juga menjaga kelestarian alam perlu adanya keseimbangan. Perlu kajian dan telaah untuk merancang dan melakukan pembangunan agar terjadi keselarasan dan mengurangi bencana . Jika tidak, bencana yang tidak terkendali akan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan pemerintah sendiri. (NATA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00