Antisipasi Cluster Baru Covid 19, BPBD Katingan Batasi Warga Di tenda Pengungsian

KBRN, Palangka Raya : Pasca bencana Banjir melanda Kabupaten Katingan Provinsi KalimantanTengah yang berlangsung selama sepekan, BPBD Katingan melakukan antisipasi munculnya wabah penyakit seperti gatal gatal, diare, dan penularan covid 19 semakin meluas, karena hingga Senin,  21 September 2020, masih ada dua wilayah kecamatan di Kabupaten Katingan yang terendam banjir, antara lain Kecamatan Tasik Payawan dan Kecamatan Kamipang, kemudian BPBD Kabupaten Katingan, mengkonfirmasi sejumlah wilayah kecamatan di bagian hulu dan tengah seperti Katingan Hulu,  Marikit,  Petak Malai,  Sanaman Mantikei,  Katingan Tengah,  Pulau Malan,  Tewang Sanggalang Garing dan Kecamatan Katingan Hilir, banjirnya kini sudah mulai surut dan aktifitas warga kembali seperti biasa. 

Kepala Pelaksana Bpbd Kabupaten Katingan Eka Suryadilaga mengatakan, warga  di bagian hilir sebagiannya masih ada tenda pengungsian, sebagai antisipasi munculnya  banjir susulan akibat cuaca ekstrem belakangan ini di Kalteng.  Terkait bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di 10 wilayah kecamatan tersebut, yang jumlahnya mencapai  3.000 kepala keluarga, akan dilakukan secara bertahap sambil menunggu data dari pihak kecamatan masing-masing. 

“Fokusnya BPBD saat ini adalah melindungi warga di tempat pengungsian sementara, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, terhadap munculnya  wabah penyakit menular seperti gatal gatal, diare, terlebih covid 19, kapasitas tempat dibatasi hanya 70 orang, guna menghindari kerumunan,” Kata Eka kepada RRI Selasa (23/9/20)

Sementara itu, berkaitan dengan kondisi cuaca di Kalimantan Tengah, menurut Kasi Data Dan Informasi BMKG Palangkaraya Anton Budianto, 3 hari ke depan cuaca ekstrem masih akan terjadi di Kalteng, yang perlu masyarakat waspadai ketika sore hari, biasanya sering terjadi hujan disertai angin kencang, dampaknya berpotensi terjadi pohon tumbang, terbukti di Palangka raya dua hari terakhir ini, belasan pohon tumbang, beruntung tidak menimpa pengguna jalan.

Anton menambahkan, sebelum terjadi bencana, biasanya BMKG mengeluarkan peringatan dini, 1 jam sebelum kejadian, contohnya banjir di 4 Kabupaten Kalimantan Tengah, BPBD mendapat informasi dari BMKG perihal cuaca ekstrem. Diharapkan peringatan tersebut dapat disampaikan kepada warga di daerah rawan bencana, minimal melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00