Luasan Lahan Terbakar di Kalteng Sudah Mencapai 221 Hektar Lebih

KBRN, Palangka Raya: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah mencatat total luasan kebakaran hutan dan lahan dari Januari sampai 12 Agustus  2020 tercatat mencapai 221 hektar lebih.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah, Darliansyah, menyebut hampir semua kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah mengalami kebakaran hutan dan lahan tahun ini.  Kabupaten dengan luasan lahan  terbakar  tertinggi diantaranya Kabupaten Sukamara 50 hektar lebih, Barito Selatan 43 hektar lebih, dan Kotawaringin Barat 24 hektar lebih.

“Sampai dengan 12 Agustus hotspot mencapai 1.117, kejadian kebakaran 157 kali, luasan kebakaran mencapai 221 hektar lebih. Dukungan dari pusat untuk memastikan agar tidak terjadi kebakaran hebat, sudah stand by satu heli patroli, dan 6 heli water bombing,” tutur Plt. Kalaksa BPBD dan Pemadam Kebakaran Kalteng, Kamis (13/8/2020).

Darliansyah mengatakan helikopter water bombing bantuan pusat akan ditambah 2 unit lagi. Lebih lanjut dijelaskan, helikopter bom air tersebut akan ditempatkan di 3 lokasi. Pertama, di bandara Tjilik Riwut Palangka Raya sebanyak 4 unit ditambah 1 heli patroli. Kedua, untuk zona Kotawaringin Barat akan ditempatkan 2 helikopter water bombing dan di Kotawingin Timur 2 helikoter.

Di pihak lain, Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Dedi Prasetyo, menyebut luas lahan yang terbakar di seluruh Kalteng sudah mencapai 449 hektar. Kalimantan Tengah masih tetap menjadi prioritas perhatian pemerintah  pusat dalam hal kerawanan karhutla di tahun 2020 sebab kebakaran terjadi di seluruh kabupaten/kota.

“Angka kebakaran yang terdata di Polri ini belum lagi yang  terdata di BPBD mungkin ada selisih yang cukup siginifikan. Di Polri jumlah lahan yang terbakar 449 hektar di seluruh kabupaten. Hampir seluruh kabupaten di sini mengalami kebakaran hutan,” ujar Kapolda Kalteng saat Rakor Damang dan DAD se-Kalteng.

Kapolda Kalteng mengatakan pihaknya bekerja sama dengan beberapa pemangku kepentingan untuk fokus mengantisipasi dan mencegah kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Sebangau dan Taman Nasional Tanjung Puting. Sebab berdasarkan data BPBD dan Kementrian LHK sebagian besar kejadian karhutla di Kalteng terjadi di dua lokasi tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00