Pembakar Lahan Tanpa Menerapkan Kearifan Lokal Tetap Ditangkap

KBRN, Palangka Raya: Pelaku pembakaran lahan yang tidak menerapkan tata cara kearifan lokal diancam hukuman pidana. Namun demikian, peladang tradisional yang membuka lahan non gambut dengan cara membakar mendapat perlindungan dari Peraturan Daerah tentang Penanggulangan Kebakaran Lahan.

Damang Kepala Adat Kecamatan Jekan Raya Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kardinal Tarung, mengatakan dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya pembakaran lahan di wilayahnya dilakukan bukan oleh orang yang ingin membuka lahan untuk bercocok tanam.

“Misalnya saja terjadi di Kecamatan Jekan Raya dia membakar lahannya, nggak ijin-ijin. Lahan dalam artian membersih tadi kan biasanya menjelang kemarau itu orang bersih-bersih lahan untuk bakar-bakar, ini sebetulnya menurut saya harus ditindak,” ujar Kardinal Tarung kepada RRI, Senin (10/8/2020).

Sementara menurut Kardinal Tarung peladang tradisional biasanya tidak membakar lahan saat menyongsong kemarau. Menurutnya, dengan kearifan lokal Suku Dayak, peladang tradisional dapat membaca tanda-tanda alam serta memperhitungkan akan turun hujan satu minggu setelah membuka lahan dengan membakar.

Pada kesempatan yang berbeda, Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan pihak kepolisian bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk damang kepala adat. Menurutnya, kepentingan peladang tradisional yang melaksanakan pembukaan lahan dengan kearifan lokal tetap diakomodir.

“Sudah kita akomodir, tinggal pelaksanaannya seperti apa. Kalau tidak memenuhi itu tetap akan kita periksa. Karena kita sudah ada 17 orang yang sudah kita periksa, dan itu sudah kita hukum dalam proses menjalankan hukum,” ujar Kombes Pol Hendra Rochmawan.

Polda Kalteng menghimbau agar warga yang membakar lahan untuk tujuan berladang agar betul-betul mempraktikkan sesuai budaya kearifan lokal serta dilakukan bergotong-royong. Kepala desa, damang kepala adat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga diminta ikut mengawasi aktivitas warga di daerahnya masing-masing.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00