Pelaksanaan Kurban 2022 Diatur dalam SE Kementan dan BNPB

KBRN, Palangka Raya: Satuan Tugas yang terdiri dari BNPB, Kementan, Kemenag dan Pemda diminta untuk menyiapkan sosialisasi masif tentang prosedur operasional standar (SOP) pelaksanaan Iduladha yang dituangkan dalam Surat Edaran Kementan dan BNPB. 

Satgas juga diminta agar ketat dan disiplin mengawasi pelaksanaan Iduladha seperti lalu lintas, SOP penyembelihan, tenaga dokter hewan, disinfektan, dan diskontaminan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan hal tersebut saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan dan Mitigasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terkait Iduladha, Jum'at (1/7/2022).

“Saya minta agar kita semua bahu membahu dan kompak bekerja bersama-sama untuk memastikan pelaksanaan Iduladha ini dapat berjalan dengan sukses dan tetap memastikan pengendalian wabah PMK dijaga dengan ketat dan disiplin,” kata Luhut.

Lebih lanjut Luhut mengatakan lalu lintas dan penyembelihan hewan kurban harus diatur baik dan menyeimbangkan semua aspek dengan mengedepankan pengendalian PMK untuk kemaslahatan bersama. 

Penyembelihan hewan kurban juga agar diutamakan untuk dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Penyembelihan boleh dilakukan tidak di RPH, tetapi setiap penyembelihan wajib ada pengawasan dari dokter hewan.

Luhut juga menambahkan mayoritas penyebaran kasus terjadi di bagian barat Indonesia. Angka kasus sakit PMK sudah melebihi 10 ribu di beberapa provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan NTB. Presentase keterjangkitan Untuk Kalteng sendiri angka kasus sakit PMK ada 377 dengan presentase terjangkit 29 persen.

“PMK sangat mudah menular dan tidak hanya dari hewan ke hewan. Tapi bisa juga dari manusia, kendaraan, air, dan Carrier (pembawa penyakit). Oleh karena itu harus diadakan disinfektan di setiap tempat yang ada penyakit. Saya berharap, persiapan ini bisa terlaksana dengan baik karena Hari Raya Iduladha tinggal satu minggu lagi. Agar kita semua bisa saling mengingatkan,” pungkas Luhut.

Rapat juga dihadiri Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.

Dari Pemprov Kalteng, rakor yang berlangsung secara virtual ini turut dihadiri Sekda Kalteng Nuryakin, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Suhaemi, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Provinsi Kalteng Riza Rahmadi dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng Falery Tuwan dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng. (Sumber: MMCKalteng)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar