Cegah Karhutla, Jaga Lahan Masing-Masing Disaat Musim Kemarau Tiba Supaya Tidak Terbakar

KBRN, Palangka Raya : Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Palangka Raya memprediksi Kalteng akan memasuki musim kemarau mulai akhir bulan Juni hingga September. Sehingga perlu diwaspadai pihak instansi terkait untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. hal itu diutarakan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut - Palangka Raya, Catur Winarti kepada RRI, Jumat (24/06/2022).

" seluruh Kabupaten/kota dikatakan akan memasuki musim kemarau, informasi ini sudah dikoordinasikan kepihak BPBD baik itu di Kabupaten/Kota bahkan Provinsi terkait potensi karhutla," ungkapnya.

Menurutnya dilihat dari satelit, titik Hospot sudah terlihat dibeberapa daerah, meskipun hanya beberapa titik hospot yang terlihat ini juga tetap harus diwaspadai, satu hari hingga tiga hari tidak ada hujan sudah menunjukkan titik hospot.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Emy Abriyani mengingatkan seluruh lapisan masyarakat agar menjaga lahan masing-masing yang luasnya melebihi 2 hektar jika sudah memasuki musim kemarau tiba. 

" karena jika sudah musim kemarau tidak menutup kemungkinan lahan yang kering bisa terbakar, sehingga sangat diharapkan lahannya diperhatikan dan dihimbau tidak membakar lahan saat membuka lahan apalagi disaat musim kemarau, jika terjadi kebakaran akan berdampak negatif dan bahkan merugikan semua orang," tegasnya.

Membuka lahan dengan cara membakar hutan merupakan hal yang secara tegas dilarang dalam undang-undang, yakni diatur dalam Pasal 69 ayat (1) huruf h UU PPLH yang berbunyi: “Setiap orang dilarang melakukan perbuatan melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar”.

Namun, ketentuan pembukaan lahan dengan cara membakar ini memperhatikan dengan sungguh-sungguh kearifan lokal di daerah masing-masing. 

" Kearifan lokal yang dimaksud dalam ketentuan ini adalah melakukan pembakaran lahan dengan luas lahan maksimal 2 hektare per kepala keluarga untuk ditanami tanaman jenis varietas lokal dan dikelilingi oleh sekat bakar sebagai pencegah penjalaran api ke wilayah sekelilingnya. Ini artinya, membuka lahan dengan cara membakar diperbolehkan dengan persyaratan tertentu," terangnya.

Adapun ancaman pidana bagi yang melakukan pembakaran lahan yang tidak sesuai ketentuan adalah penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 10 tahun serta denda antara Rp3 miliarhingga Rp10 miliar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar