Musibah di Perairan Kalteng Terjadi Hampir Setiap Bulan

KBRN, Palangka Raya: Sejak Januari sampai Juni tahun 2022 tercatat sudah ada 6 musibah kecelakaan di perairan Kalimantan Tengah. 

Kasubsi Operasi dan Siaga Basarnas (Pencarian dan Pertolongan) Palangka Raya, Salman Abu Syafiq, mengatakan tiga musibah diantaranya merupakan kecelakaan kapal dan tiga lagi kondisi membahayakan manusia. 

"Rata-rata satu bulan ada satu laporan. Belum termasuk dari beberapa daerah yang tidak terjangkau oleh kami baik dari segi sinyal maupun karena terlalu luas cakupan pelayanan Basarnas Palangka Raya yakni 14 kabupaten/kota se-Kalteng. Kami hanya punya dua cabang yakni di Sampit dan Pangkalan Bun," ujarnya saat Dialog Kentongan RRI, Selasa (22/6/2022).

Kasubsi Operasi dan Siaga Basarnas Palangka Raya ini menambahkan keterbatasan jaringan dan sinyal telekomunikasi atau masih adanya daerah blank spot juga kerap menjadi kendala pengiriman informasi kepada Basarnas. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah, Alpius Patanan, mengatakan dalam penyelamatan pada kejadian darurat di perairan pihaknya selalu bekerja sama dengan seluruh pihak terkait termasuk Basarnas, TNI, Polri serta relawan. 

"Kita selalu bergerak bersama. Saling mendukung dalam misi kemanusiaan dalam memberi yang terbaik untuk masyarakat kita. Sehingga bisa menyelamatkan semakin banyak jiwa sebisa mungkin tidak ada yang sampai menjadi korban," ucapnya. 

Menurutnya, BPBD selalu menjadi satu tim bersama Basarnas dalam melakukan upaya penyelamatan korban musibah di perairan. 

Alpius Patanan menambahkan masing-masing BPBD kabupaten/kota juga punya Tim Reaksi Cepat. Menurutnya, personil yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat khususnya yang berada di daerah potensial bencana perairan sudah dibekali pelatihan dari Basarnas. (Foto: Banjarmasinpost) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar