Penyakit Flu Singapura Kembali Bermunculan di Palangka Raya

KBRN, Palangka Raya : Kasus penyakit tangan, kaki dan mulut (HFMD) atau flu Singapura kembali marak di Indonesia termasuk di Kalimantan Tengah. 

Koordinator Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Ibu dan Anak Yasmin Palangka Raya, dr. Resty Hijriah, mengatakan akhir-akhir ini cukup banyak pasien datang dengan gejala flu Singapura terutama ke UGD. 

Menurut dr. Restu gejala pasien flu Singapura diantaranya demam disertai nyeri tenggorokan, rasa tidak enak badan, lalu 1-2 hari kemudian muncul kemerahan di mulut yang akhirnya pecah jadi sariawan. Kemudian muncul ruam dan lepuhan di telapak tangan dan kaki. 

"Dalam Minggu ini saja itu mungkin lebih dari 10 sih. Karena kan memang anak-anak dia sering berkumpul bermain. Memang kan faktor risiko penularannya kan di ruangan tertutup dan padat. Bisa jadi juga kenanya itu entah di sekolah atau di tempat penitipan anak," katanya saat Dialog Kalteng Menyapa, Selasa (21/6/2022). 

Koordinator UGD RSIA Yasmin Palangka Raya ini menambahkan meski mirip namun ruam dan lepuhan akibat flu Singapura berbeda dengan cacar air. Menurutnya, perbedaan salah satunya pada letak, untuk flu Singapura biasanya ruam dan lepuhan kebanyakan muncul di telapak tangan, telapak kaki, mulut, serta sariawan di mulut. Sedangkan ruam dan lepuhan akibat cacar biasanya di sekitar dada, punggung dan wajah. Selain itu, yang membedakan cacar dengan flu Singapura juga pada keluhan penyerta.

Pada kesempatan yang sama Pelaksana pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, dr. Melda Simanjuntak, mengatakan penyakit tangan, kaki dan mulut atau flu Singapura setiap tahun selalu muncul. 

Menurut laporan, tidak hanya kota Palangka Raya, tapi juga kabupaten lain di Kalteng terdapat kasus flu Singapura. Namun hingga saat ini jumlah kasus tidak bisa dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).  

"Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah itu mempunyai program yang disebut survei sistem kewaspadaan dini dan respon. Jadi yang penyakit HFMD ini termasuk satu jenis penyakit yang diwaspadai. Untuk kurun waktu tahun ini belum ada lonjakan kasus sehingga kita tidak menyebutnya sebagai kejadian luar biasa sehingga mendapat respon," ucapnya. 

dr. Melda Simanjuntak menambahkan laporan dari Puskesmas-Puskemsmas yang ada saat ini lebih fokus melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), salah satunya mencuci tangan dengan sabun di air bersih. Menurutnya, dengan rutin mencuci tangan saja akan dapat mengurangi penularan virus yang menyebabkan flu Singapura. 

Pelaksana pada Bidang P2P Dinkes Kalteng ini menyebut penyakit flu Singapura kebanyakan menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun sampai 10 tahun. Namun orang dewasa juga bisa terjangkit virus Flu Singapura dengan gejala yang tidak jauh berbeda. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar