Peningkatan Kapasitas bagi Petugas Surveilans Puskesmas se-Kobar

KBRN, Palangka Raya: Guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan petugas dalam pencatatan dan pelaporan serta penanggulangan KLB/Wabah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar Pertemuan Peningkatan Kapasitas bagi Petugas Surveilans Puskesmas di aula Dinkes Kobar, Rabu (25/5/2022). 

Peserta pertemuan ini adalah petugas surveilans di puskesmas dan pengelola data Covid-19 di Puskesmas se-Kobar. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinkes Kobar dan Dinkes Provinsi Kalimantan Tengah.

Kepala Dinkes Kobar, Achmad Rois, mengatakan bahwa semua kasus-kasus penyakit yang ada diikuti menurut variabel-variabel epidemiologi, variabel orang, variabel waktu dan tempat, sehingga dari sajian data surveilans yang baik maka pengendalian penyakit itu bisa fokus dan efektif.

“Agar petugas surveilans mempunyai kemampuan yang baik untuk mengikuti perkembangan penyakit, dan mengikuti faktor risiko atau penyebab dari penyakit itu, sehingga kita mempunyai keputusan pengendalian yang tepat, efektif, serta bisa membatasi dan mencegah peningkatan kasus yang signifikan dan bisa kita hindari satu agar tidak menular,” ujar Kepala Dinkes Kobar.

Achmad Rois juga menambahkan bahwa ini menjadi suatu pekerjaan yang menantang dan mulia ketika bisa menghindarkan dan mencegah penyakit itu muncul di wilayah Kobar.

“Kita harapkan para peserta mempunyai suatu kesadaran baik tentang surveilans, mempunyai pemahaman yang baik dan akhirnya mempunyai satu semangat yang besar untuk melakukan dan menata dalam pekerjaan surveilans,” imbuhnya.

Surveilans epidemiologi merupakan kegiatan penting dalam manajemen kesehatan untuk pemberian dukungan data dan informasi epidemiologi agar pengelolaan program kesehatan khususnya dalam pencegahan dan pengendalian penyakit, baik menular maupun tidak menular dapat dijadikan dasar suatu tindakan dan kegiatan tertentu agar dapat optimal. 

Informasi epidemiologi yang berkualitas dan akurat merupakan bukti atau dasar yang dapat digunakan dalam proses pengambilan kebijakan dalam pembangunan kesehatan. (Sumber: MMCKalteng) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar