FOKUS: #VAKSIN COVID

Target Vaksinasi Bagi Lansia di Katingan Tengah Belum Tercapai, Ini Tantangannya

KBRN, Palangka Raya : Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid 19 Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan hingga saat ini sedang berupaya melakukan percepatan vaksinasi di 16 Desa, khusus sasaranya warga Lanjut Usia (Lansia), karena hanya warga lansia belum mencapai target 60 persen, sejauh ini baru 50 persen saja yang tercapai, sisanya sedang diupayakan. 

Upayapun sudah dilakukan, ungkap, Kapolsek Katingan Tengah Arif Dany Susanto, S.H., M.M., selama mengkawal tim satgas covid melakukan layanan vaksinasi kepada masyarakat umum tidak ada kendala, bahkan sudah mencapai target 70 persen, hanya saja untuk warga lansia belum memenuhi target.

"Menurut Saya, kendala yang ditemui jika tim turun kelapangan ke desa-desa, jarak tempuhnya jauh, medannya cukup parah, bahkan extrim, membutuhkan tenaga ekstra dan fisik yang kuat, untuk menempuh Desa yang ditujuh, namun sejauh ini masih dapat dijalankan meskipun tim berjibaku membawa vaksin dengan beban berat, mau tak mau tim harus menjalani Amanah ini, karena percepatan pelaksanaan vaksinasi ini, sudah menjadi giat nasional dan wajib dilaksanakan, dengan tujuan seluruh warga Katingan Tengah dapat divaksin agar terhindar dari virus mematikan itu,"terang Arif, Jumat (21/01/2022).

Sementara, Kepala Puskesmas Tumbang Samba Katingan Tengah, Sinar Asniah, SKM menceritakan selama melayani warga untuk vaksinasi, tentu banyak cerita yang unik dan termasuk kendala yang dihadapi.

"ada warga takut divaksin, sehingga mencari cara bagaimana warga tersebut mau divaksin, akhirnya tim dengan cara menghadirkan dokter yang mereka kenal lama, alhasil warga tersebut baru mau divaksin, karena dokter yang dihadirkan, dokter yang sudah dipercaya mereka, kehadiran dokter tersebut dapat merubah suasana,"harunya.

Untuk kendala sendiri yang perna dihadapi, pada saat memasuki desa yang jauh, dan ada jembatan yang cukup parah dilalui, melewati jembatan itu harus hati-hati, salah injak masuk jurang.

"Adapun tenaga Kesehatan yang diturunkan untuk vaksinator, sekitar 10 disebar di 16 desa tempat vaksinasi, 10 nakes dibatu tim lain untuk skring dan administrasi, dan dibagi tiga tim untuk mencapai 16 desa,"sebutnya.

Tantangan kedepannya adalah jika ada warga yang menolak divaksin, ini yang perlu ditangani, sehingga dibutuhkan Kerjasama dengan Pihak keluarga agar membawa orangtua yang masuk kategori lansia ke tempat vaksinasi agar divaksin.

"Harapan lainnya, instansi terkait dapat mengatasi jembatan yang parah dilalui, serta kepala desa, kecamatan, tokoh agama, masyarakat dan adat agar turut serta mengajak warganya yang belum divaksin agar mau divaksin, karena vaksin ini sangat bermanfaat untuk melindungi diri dari ancaman virus covid maupun varian baru Omicron,"tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar