Bencana Banjir Kalimantan Ingatkan Pentingnya Gerakan Menanam Pohon

KBRN, Palangka Raya: Bencana banjir besar yang melanda sejumlah daerah di Kalimantan membuat banyak pihak mulai memikirkan kembali untuk memasifkan gerakan penanaman pohon. 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI Suharyanto, saat hadir langsung dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Banjir di wilayah Kalteng menyinggung soal upaya penghijauan untuk mencegah banjir makin parah di masa mendatang. 

"Paling tidak kalau memang tidak bisa yang HTI itu dihentikan buatlah semacam gerakan penghijauan secara masif. Hingga paling tidak kalau ada air itu ada ditangkap lah. Memang itu tidak mungkin sebulan dua bulan tumbuh ya, paling tidak ada upaya sehingga nanti generasi-generasi berikutnya sudah tidak seperti kita sekarang," ujarnya, Sabtu (20/11/2021). 

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, juga mengatakan telah memerintahkan Kepala Dinas Kehutanan untuk melakukan penanaman kembali di pinggiran sungai. 

"Kalau ilegal mining ini tetap berjalan, sungai Kahayan hulu ini tidak sampai 50 tahun akan hilang. Sama nanti dengan tanah kiri kanan sungai itu kalau tidak ditanami segera. Untuk itu saya sudah meminta kadis kehutanan provinsi supaya merehabilitasi kiri kanan sungai, penghijauan. Terus kiri kanan sungai itu kan sampai sekilo dua kilo ada irang-orang bekerja ini perlu ada penghijauan. Masyarakat kita perlu sadar mari bertani," tuturnya. 

Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Kahayan, Supriyanto Sukmo Sejati, mengatakan pihaknya selama ini terus melakukan upaya penghijauan kembali lahan-lahan kritis. Namun diakuinya, luas lahan kritis yang ditanami kembali jauh sangat kecil dibandingkan lahan Kalimantan yang sangat luas. 

"Kami tidak bisa masuk semua lahan kritis. Kawasan hutan lindung, kawasan hutan produksi itu kita bisa masuk semua. Dan itu pun tidak besar banget ya. Kita target sekarang itu kan ya memang hanya 150 hektar ya. Itu kan kecil ya. Kemudian kalau dengan luasan Kalimantan kan luar biasa, jadi memang tidak sebanding banget. Kalau setelah kejadian seperti ini mungkin program penanaman ini bisa diperbanyak supaya imbang dengan luasan Kalimantan yang cukup luas," ujarnya. 

Kepala BPDAS-HL Kahayan ini menambahkan bibit pohon yang ditanam merupakan tanaman asli Kalimantan seperti Blangiran, Meranti dan Jelutung. Menurutnya tanaman endemik ini mampu bertahan dalam kondisi banjir sekalipun asalkan air tidak merendam sampai ujungnya.

Momen peringatan Hari Pohon Sedunia 21 November 2021 benar-benar mengingatkan pemerintah dan semua pihak untuk lebih peduli dengan lingkungan. 

Melestarikan lingkungan dan meningkatkan penanaman pohon akan melahirkan keseimbangan ekologis, mengurangi dampak pemanasan global, mencegah banjir dan longsor.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar