FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

SMA, SMK, SLB di Kalteng Simulasi PTM Terbatas

KBRN, Palangka Raya: Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di tingkat SMA, SMK dan SLB se-Kalimantan Tengah rencananya akan dimulai bulan depan.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Syaifudi, mengatakan pihaknya sudah menggelar rapat dengan kepala sekolah membahas rencana PTM Terbatas. Menurutnya dalam waktu dekat akan diterbitkan Surat Edaran Gubernur tentang pelaksanaan PTM Terbatas tingkat SMA, SMK, SLB di Kalteng.

Ahmad Syaifudi menjelaskan ada tiga keputusan rapat dengan kepala sekolah yang selanjutnya akan ditindaklanjuti. Pertama, sekolah yang berada di daerah blankspot (tidak ada sinyal) dan zona daerahnya aman didorong untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara penuh (full luring).

Kedua, sekolah yang berada di luar ibukota kabupaten/kota yang tidak blankspot serta berada di zona hijau disarankan melaksanakan PTM Terbatas dengan catatan mendapat ijin dari Satgas Covid-19 didukung pernyataan persetujuan orang tua siswa.

“Ketiga bagi sekolah di ibukota kabupaten/kota didorong untuk mulai PTM terbatas dengan simulasi dulu. Kalau sudah simulasi mereka sudah evaluasi. Insya Allah akan launching serentak untuk PTM terbatas di ibukota kabupaten dan kota,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Sampit, Kodarahim, mengatakan simulasi PTM Terbatas sudah mulai dilakukan di SMA dan SMK yang ada di Sampit.

Siswa-siswi SMA Negeri 2 Sampit juga sudah mulai mengikuti PTM terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat. “SMA 2 Sampit itu jumlahnya ada 1.023 siswa. Jadi kami bagi dua per kelasnya kan 50 persen. Sesi satu. Jadi kami ada 30 kelas. Mereka tidak ada jam istirahat jadi begitu selesai jam 09.00 sesi satu sudah pulang. Masuk lagi sesi duanya jam 10.00, jeda satu jam. Jadi mungkin sekitar kalau sesi satu itu 500an siswa dibagi dalam 30 kelas,” tutur Kodarahim ketika dihubungi melalui sambungan telpon, Kamis (23/9/2021).

Rencana PTM Terbatas serentak tidak hanya berlaku untuk sekolah negeri. Sekolah-sekolah swasta yang ada di Kalteng juga diminta berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk melaksanakan PTM Terbatas.

Kepala SMA Nusantara Palangka Raya, Darius Pasoyan, mengatakan pihaknya tidak akan simulasi untuk PTM Terbatas  tapi akan langsung melaksanakan saat mendapat petunjuk dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

“Kita mungkin langsung aja kita terapkan karena siswa kita kan sedikit bu. Tidak sampai seratus, Cuma 72 siswa dari kelas 1 sampai kelas 3. Dalam satu kelas ada yang Cuma 7 atau 8. Yang lebih dari 30 orang dalam satu kelas kita bagi dua,” kata Kepsek SMA Nusantara.

Kepala SMA Nusantara Palangka Raya mengatakan pihak sekolah sudah menyiapkan hal-hal yang disyaratkan untuk pelaksanaan PTM terbatas seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan mengarahkan siswa untuk mendapat vaksinasi. (Foto: doc. SMA Negeri 2 Sampit)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00