Tanggap Darurat Banjir, Gubernur Pimpin Apel Gelar Personil dan Sarpras

KBRN, Palangka Raya: Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan status Tanggap Darurat Banjir. Status Tanggap Darurat Banjir ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Personil dan Sarana Prasana di halaman antor Gubernur Kalimantan Tengah, pada Kamis (9/9/2021).

Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, menyebut status tanggap darurat banjir berlaku selama 14 hari mulai dari penangaan banjir sampai pasca banjir.

"Biarpun status tanggap daruratnya baru, dan apelnya baru tapi kami Forkopimda Kalteng sudah turun membantu masyarakat terutama itu TNI dan Polri. Dengan Pak Danrem dan Pak Kajati kami terus berkoordinasi untuk mengirimkan bantuan-bantuan," ujar Gubernur Sugianto.

Berdasarkan laporan petugas di lapangan sudah ada daerah yang debit airnya mulai turun. Gubernur mengharapkan dalam 2-3 hari ke depan banjir semakin surut sehingga bisa segera dilakukan penanganan pasca banjir.

Menurut Gubernur Sugianto, masyarakat Kalteng khususnya yang tinngal di pinggir sungai sudah terbiasa menghadapi naiknya muka air. Menurutnya hal itu dibutikan dengan jarang sampai menelan korban jiwa akibat banjir di Kalteng. "Karena masyarakat kita sudah terbiasa jadi tangguh," tuturnya.

Gubernur Sugianto Sabran menambahkan dalam kondisi saat ini pemerintah harus memastikan masyarakat yang terdampak banjir bisa makan dengan mengirimkan bantuan sembako dan tetap sehat dengan mengirimkan tim kesehatan ke lokasi-lokasi banjir.

Tim Trauma Healing dari Polda Kalteng juga ikut serta dalam Apel Gelar Personil dan Sarpras Penanganan Darurat Banjir. Menurut Kabag Psikologi Biro SDM Polda Kalteng, Kompol Merson Masluhadi, sebanyak 30 personil akan diturunkan untuk membantu trauma healing bagi warga terdampak banjir di Katingan. Personil terdiri dari 24 Polwan dan 6 personil dari Bag Psikologi.

“Jadi tujuan kita sendiri untuk mengobati trauma mereka, seharusnya memang pasca banjir ya, jadi minimal untuk menghilangkan trauma mereka rasa takut mereka bayang-bayang mereka sehingga mereka bisa beraktivitas lagi seperti biasa. Jadi untuk anak-anak sudah kita siapkan namanya sarana kontak itu seperti mainan kita ajak bermain mereka, minimal mereka terhibur,” tuturnya.

Merson mengatakan tim trauma healing akan melihat situasi di lapangan sehingga tidak bisa ditentukan berapa lamanya akan berada di lokasi banjir. Namun pasca banjir dipastikan tim trauma healing akan kembali memberikan pelayanan psikologis kepada warga yang terdampak.

Sementara itu, Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah, Erlin Hardi, mengatakan untuk mengatasi sulit dijangkaunya warga di sejumlah titik terdampak banjir karena jalur terputus diperlukan sinergi dengan para pihak.

“Inilah yang memang perlu sinergis semua ya. Masalah strategi apapun yang bisa kita lakukan untuk membantu saudara-saudara kita itu akan kita lakukan. Apakah itu nanti dengan evakuasi bertahap, menyiapkan pengungsian dan segala macam,” ujarnya.

Plt. Kalaksa BPBPK Kalteng juga berharap warga yang kondisi banjirnya parah tidak bertahan di rumah namun dapat menuju tempat pengungsian yang ada. Protokol kesehatan juga diharapkan tetap dapat dijalankan di tempat-tempat pengungsian agar tidak terjadi penyebaran Covid-19. (Foto: MMC Kalteng) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00