FOKUS: #TANGGAP BENCANA ALAM

26.093 Jiwa Terdampak Banjir di Kalteng

KBRN, Palangka Raya: Tujuh kabupaten di Kalimantan Tengah masih mengalami banjir akibat curah hujan yang tinggi beberapa minggu terakhir. Sebanyak 26.093 jiwa lebih warga desa/kelurahan di kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan, Lamandau, Pulang Pisau, Gunung Mas, dan Katingan terdampak banjir.

Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah, Erlin Hardi, mengatakan sudah ada beberapa daerah yang debit air mulai surut.

“Perlu kita ketahui juga pola banjir di Kalteng ini kan, dia tidak pola yang merendam terlalu lama sebenarnya karena daerah bukit daerah ketinggian sehingga karena akibat curah hujan tinggi ini surutnya juga cepat,” ujarnya, Selasa (31/8/2021).

Erlin mengatakan BPBD kabupaten/kota yang berada di daerah hilir diingatkan untuk waspada. Sebab air dari wilayah hulu yang surut bisa menyebabkan banjir di daerah hilir.

Kabupaten yang telah menetapkan status Tanggap Darurat yakni Kotawaringin Barat dan Katingan, serta Kotawaringin Timur masih dalam proses pembuatan SK Bupati.

Relawan sekaligus Koordinator Lapangan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Palangka Raya, Farmin, mengatakan masih ada daerah yang muka airnya belum surut. Dikatakan Farmin relawan sebagian juga kesulitan mengakses lokasi karena tidak memiliki perahu.

“Ada yang sebagian masuk sedada. Ada yang selutut. Ada yang masuk rumah. Makin naik airnya untuk informasi yang di lapangan,” tuturnya.

Farmin mengatakan pihak RAPI terus berkoordinasi dengan emergency Katingan memantau lokasi banjir di Katingan Hilir.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Stasiun Palangka Raya, Alfandi, mengatakan beberapa kabupaten yang berada wilayah Kalteng bagian Utara dan Barat musim kemaraunya mundur sampai September awal.

“Memang di beberapa wilayah beberapa hari terakhir atau dalam satu pekan ini memang terjadi hujan yang cukup tinggi terutama tadi di Kalteng bagian utara dimana memang musim kemaraunya mundur seperti di Katingan bagian utara, kemudian Kotim bagian utara hingga tengah, kemudian ada beberapa wilayah di Seruyan juga memang terjadi hujan yang cukup tinggi,” ujar Alfandi.

Alfandi menjelaskan penyebab hujan di beberapa wilayah yakni dipengaruhi suhu muka laut di Kalteng yang memang cukup hangat sehingga membentuk awan yang menyebabkan hujan dengan intensitas cukup tinggi.

Melihat kondisi curah hujan yang masih tinggi, BMKG memperkirakan ada beberapa daerah di Kalteng yang kemungkinan tidak mengalami musim kemarau di tahun ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00