Palangka Raya PPKM Level 4, Satpol PP Kalteng Terlibat Pengawasan & Penindakan

KBRN, Palangka Raya: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kalimantan Tengah ikut mengawasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Palangka Raya.

Kepala Satpol PP Provinsi Kalimantan  Tengah, Baru I Sangkai, mengatakan sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur telah ditugaskan anggota pada sembilan pos penyekatan yang ada di Kota Palangka Raya.

 “Jadi tugas  tiap-tiap pos sama. Pertama melakukan sosialisasi, pengawasan dan penindakan langsung. Ada yang di pasar besar, pasar kahayan, kemudian beberapa tempat lainnya,” tuturnya ketika dihubungi melalui sambungan telpon, Rabu (4/8/2021).

Kepala Satpol PP Kalteng ini mengharapkan warga untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 5 M; memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunanan dan mengurangi mobilitas.

Dari hasil pengawasan di lapangan, kata Baru, ditemukan ada sebagian warga yang berjualan di rumah tidak memakai masker. Padahal meski tidak keluar rumah, mereka yang berjualan melakukan kontak dengan  orang luar sehingga wajib menggunakan masker.

Kepala Satpol PP Provinsi Kalimantan Tengah mengatakan dalam melakukan penindakan pihaknya mengacu pada Perwali Nomor 26 maupun Pergub Nomor 43.

Menurutnya, dalam peraturan kepala daerah telah diatur sanksi berupa sanksi sosial, teguran tertulis bahkan denda administratif kepada perorangan maupun pelaku usaha. Diharapkan warga sadar menerapkan protokol kesehatan karena itu juga demi kepentingan dan keselamatan dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat.

Di tempat terpisah Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah, Erlin Hardi, mengatakan pelaksanaan PPKM Level 4 di Kota Palangka Raya juga diback up pihak kepolisian dan TNI.

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah mendukung upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kalteng khususnya Palangka Raya dengan PPKM.

“Ini tidak lebih dari pada perhatian dari Pemprov kita terhadap penyelamatan warga masayakat itu yang paling penting. Sekali lagi itu dasarnya. Jangan berpikir macam-macam. Jangan, kita itu untuk menyelamatkan nyawa orang. Satu nyawa itu lebih berharga. Itu pentingnya. Ketika itu terjadi seperti yang sekarang. Kita kan bisa melihat setiap hari itu bagaimana sirene seliweran sana-sini. Apa tidak sakit hati kita? Apa kita hanya abai saja melihat yang seperti itu?” ungkapnya.

Erlin Hardi mengatakan langkah yang diambil Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah semata untuk menekan laju penyebaran Covid-19 Varian Delta yang akibatnya sudah nampak di depan mata. Khususnya Palangka Raya sebagai parameter provinsi. Namun menurutnya, dalam mengambil langkah Pemerintah Provinsi tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Palangka Raya yang berwenang atas wilayah setempat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00