Pemprov Kalteng Gandeng OKP dan Ormas Sosialisasikan Prokes Ketat

KBRN, Palangka Raya: Tokoh Masyarakat (Toma), Tokoh Agama (Toga), dan Tokoh Adat (Todat) diimbau untuk meningkatkan sosialisasi dan penyadartahuan kepada masing-masing anggota dan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, mengatakan warga juga harus diberikan pemahaman untuk segera melakukan pemeriksaan jika ada gejala-gejala yang dialami sehingga bisa segera dilakukan penanganan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sugianto Sabran usai memimpin Rapat Koordinasi antara Pemprov. Kalteng, Pemerintah Kabupaten/ Kota, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Adat serta Pimpinan Perguruan Tinggi se-Kalteng secara virtual pada Senin (26/7/2021).

“Pemerintah Provinsi dan kabupaten kota apabila ada mengambil langkah-langkah darurat apakah skala keluarahan, desa, kecamatan atau skala kota. Contoh Palangka Raya andaikata kita mau naik ke level 4 se Kota Palangka Raya  sampai ke masalah rumah ibadah, acara-acara adat, tadi disetujui tadi, untuk ditiadakan,” ujarnya.

Gubernur Sugianto Sabran juga mengimbau agar semua mendukung penerapan kebijakan pengetatan kegiatan keagamaan dan kegiatan kemasyarakatan yang ditetapkan pemerintah dalam rangka pengendalian Covid-19, baik yang ditetapkan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri, Surat Edaran Menteri Agama, dan atau Instruksi Gubernur Kalteng. Menurutnya, kebijakan ini akan terus dilakukan evaluasi, sesuai dengan perkembangan situasi yang dihadapi.

Sementara itu, Sekjen DPP Perkumpulan Pemuda Dayak (Perpedayak) Pasukan Lawung Bahandang, Nopri Anton Susilo, mengatakan pihaknya mendukung upaya Pemprov Kalteng dalam mengantisipasi semakin menyebarnya Covid-19.

“Yang pasti mendukung penuh kegiatan, imbauan, peraturan dan ketetapan yang diterapkan oleh Pemrov Kalteng, karena ini kan berkaitan dengan kesehatan yang sifatnya kemanusiaan. Bagaimana kita menyelematkan nyawa manusia itu jangan sampai ke depan banyak lagi berjatuhan korban. Sekarang ini kan yang agak susah ini bu kita melihat pola pikir masyarakat kita ini kan banyak yang masih tidak percaya adanya covid. Itu yang menjadi permasalahan salah satunya,” ujar Sekjen DPP Perpedayak Pasukan Lawung Bahandang kepada RRI.  

Nopri menambahkan di tengah kondisi saat ini masih dihadapkan dengan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan prokes dan masih ada warga di daerah yang mengadakan pesta yang menimbulkan kerumunan.

Dikatakan, Perpedayak Pasukan Lawung Bahandang akan menginstruksikan seluruh jajarannya baik di tingkat provinsi, kabupaten, kota sampai ke desa-desa untuk meminta agar masyarakat berperilaku hidup sehat, menaati protokol kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar rumah. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00