FOKUS: #PPKM MIKRO

Kasus Konfirmasi Juli Melonjak, Kalteng PPKM Level 3

KBRN, Palangka Raya: Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, mengatakan khusus bulan Juli 2021, kasus konfirmasi telah mencapai 6.494 kasus atau 20,19 persen dari total kasus konfirmasi sejak awal pandemi.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sugianto saat menyampaikan arahannya pada Rapat Koordinasi antara Pemprov Kalteng, Pemerintah Kabupaten/ Kota, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Adat serta Pimpinan Perguruan Tinggi se-Kalteng secara virtual dalam rangka peran serta penanganan Covid-19 di Provinsi Kalteng, Senin (26/7/2021).

“Peningkatan kasus konfirmasi pada bulan Juli 2021 juga makin memberikan tekanan kepada fasilitas layanan kesehatan yang ada. Kasus aktif yang dirawat di rumah-rumah sakit sebanyak 1.018 kasus atau 31,4 persen, sedang sisanya 2.222 kasus atau 68,6 persen menjalani isolasi pada tempat-tempat isolasi yang disediakan pemerintah atau secara mandiri,” ucap Sugianto.

Sementara itu, tingkat keterpakaian tempat tidur isolasi (BOR) Isolasi pada 6 Kabupaten/Kota sudah melewati angka 60 persen, yaitu Kabupaten Kapuas 88,2 persen, Barito Selatan 87,1 persen, Murung Raya 77,4 persen, Kotawaringin Timur 76,6 persen, Kota Palangka Raya 67,7 persen, dan Kabupaten Seruyan 64,9 persen.

Untuk BOR Intensif, ada 3 Kabupaten/Kota yang sudah melewati 60 persen, yaitu Kabupaten Kotawaringin Timur 100 persen, Kota Palangka Raya 77,8 persen, dan Kabupaten Kotawaringin Barat 75,0 persen. Untuk kasus kematian Covid-19 mencapai 976 kasus atau 3,03 persen.

Gubernur Sugianto menuturkan dalam rangka pengendalian Covid-19, kebijakan yang diambil Pemerintah saat ini adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

Terhitung tanggal 26 Juli sampai 2 Agustus 2021 seluruh Kabupaten/Kota di Kalteng menerapkan PPKM Level 3. Berbagai sektor dilakukan pengetatan oleh Pemerintah, termasuk di dalamnya pelaksanaan kegiatan beribadah maksimal 25 persen dan mengoptimalkan ibadah di rumah, sedangkan kegiatan pada area publik, seni, budaya, sosial kemasyarakatan, hajatan, rapat, dan pertemuan organisasi kemasyarakatan ditutup sementara.

Lebih lanjut dikatakan, semua kebijakan tersebut diambil oleh pemerintah dalam rangka melindungi masyarakat dari risiko terpapar Covid-19, agar masyarakat tidak semakin banyak yang terpapar Covid-19 dan bahkan sampai mengalami kematian. (Sumber: MMC Kalteng)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00