Awal Mei GeNose Digunakan di Bandara Tjilik Riwut

KBRN, Palangka Raya: Angkasa Pura II sedang mempersiapkan alat deteksi Covid-19 GeNose di terminal keberangkatan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Sebelum operasional terlebih dahulu akan dilakukan instalasi alat dan sosialisasi tentang penerapan GeNose C-19.

Executive General Manager Angkasa Pura II Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Siswanto, mengatakan rencana pengoperasionalan alat GeNose di Bandara Tjilik Riwut paling lambat pada awal Mei 2021.

"Nanti kami sekitar tanggal 22-23 (April) kami akan mulai memasang karena memang prosesnya perlu ada sosialisasi kemudian perlu juga ada verifikasi juga salah satunya dengan tim KKP. Harganya juga lebih murah dan mudah-mudahan juga lebih akurat dan juga sudah diperbolehkan dari sisi ketentuan," ujar EGM Angkasa Pura II Bandara Tjilik Riwut kepada RRI, Kamis (22/4/2021).

Lebih lanjut Siswanto mengatakan biaya untuk satu kali tes dengan alat GeNose sebesar Rp 40 ribu. Menurut Siswanto tarif penggunaan GeNose sama di seluruh bandara yang dikelola Angkasa Pura 2.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 8 bandara Angkasa Pura II di Indonesia yang menggunakan GeNose sebagai alat deteksi Covid-19. Diantaranya Bandara Radin Inten II (Lampung), Bandara Supadio (Pontianak) dan Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang) yang layanan GeNose C19 mulai dibuka pada Senin, 19 April 2021.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00