Umat Hindu Rayakan Galungan dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

KBRN, Palangka Raya: Umat Hindu hari ini merayakan Galungan sebagai hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).

Kepala Stasiun LPP RRI Palangka Raya, Ida Ayu Evi Handayani, yang merayakan Galungan di tengah menjalankan tugas di Kota CANTIK mengatakan pelaksanaan ibadah di masa pandemi Covid-19 memang agak berbeda dibandingkan sebelum pandemi.

“Karena semua harus dibatasi mengikuti protokol kesehatan. Tadi Pura Pitamaha kita sudah disave ya. Misalnya tempekan satu, tempekan dua sudah digilir per jamnya. Jam 7 sampai jam 8 tempekan mana sudah diatur. Demikian juga mereka yang melakukan ibadah itu sudah ada pembatasan-pembatasan cara duduknya. Kemudian bgmn pelaksanaannya semua mengacu pada prokes krn memang di masa pandemi ini semua umat harus mentaati prokes yang sudah diinstruksikan oleh pemerintah. Supaya sesegara mungkin kita bisa lepas dari masa pandemi covid-19,” ujarnya, Rabu (14/4/2021).

Bagi Ida Ayu Evi Handayani perayaan Hari Raya Galungan saat di Bali maupun di luar Bali tidak ada perbedaan dari segi bagaimana bersujud syukur di hadapan Tuhan yang Maha Esa.

Dalam momentum Hari Raya Galungan, umat Hindu juga berterima kasih kepada Tuhan atas segala pemberian yang diterima. Karena itu, biasanya pada saat Galungan dipasang Penjor atau bambu melengkung panjang yang dihiasi dengan rangkaian janur.

Penjor merupakan simbol dari Naga Basuki yang artinya kesejahteraan dan kemakmuran. Bagi umat Hindu di Bali penjor merupakan simbol gunung yang dianggap suci. (foto: tirto.id)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00